Kamis, 20 Desember 2012

Potret :Jogja Malam Hari

Foto atas : foto kota jogja dilihat dari samping jendela pesawat Garuda Denpasar-Jogja.
Foto bawah: ngambil dari fb nya teman: zaenal» foto kota Jogja dilihat dari Bukit Bintang (sebenernya saya juga punya foto Jogja dari bukit bintang...tapi hasilnya gelap total. Jadi foto ini ngambil dari fb teman deh).
Pada intinya: mirip kan :) Jogja is beautiful… i love you full JOGJAAAA

Bullying si Kaya dan si Miskin

diambil dari kisah salah seorang pengajar muda .


Abstraksi

Perbedaan tingkat perekonomian keluarga menjadi pemicu masalah yang cukup pelik di kalangan siswa SD kami, mulai dari meminta teman untuk mengerjakan PR sampai dengan bullying teman sebayanya. Sungguh ironis menurut saya, melihat seusia mereka yang masih anak-anak sudah bisa memanfaatkan teman-temannya dengan cara yang salah dan sangat buruk.

Latar Belakang

Saya mengajar di SDN 01 Lebak Situ, daerah pedesaan namun tingkat perekonomian masyarakatnya cukup baik. Akan tetapi, hal ini membuat saya sedih karena perbedaan tingkat perekonomian antar warga yang cukup besar memicu dampak yang buruk dalam menghadapi pergaulan siswa di sekolah. Di sekolah saya, ada 2 tipe siswa dilihat dari tingkat perekonomian keluarganya, yaitu yang tergolong pada sebutan si “kaya” dan si “miskin”.

Permasalahan

Siswa Sekolah Dasar
Hari ini ruang kelas terlihat ramai. Ketua kelas sibuk menertibkan teman-temannya untuk siap melaksanakan pelajaran. Diawali dengan mengabsen siswa terlebih dahulu. Tiba-tiba salah seorang siswa saya meminta ijin keluar untuk ke toilet.
Hampir 30 menit, siswa itu keluar dan tidak kembali ke ruang kelas. Akhirnya, saya temui dia di toilet dan ternyata dia tidak ada di toilet. Kemudian saya mencarinya ke kantin sekolah, ternyata dia ada di situ bersama-sama teman sebayanya yang berbeda kelas. Saya panggil anak itu, kemudian saya tanyakan sedang apa yang dia lakukan di sana bersama teman-temannya.
Awalnya dia tidak mau menceritakan. Karena saya desak terus dengan berbagai pertanyaan, akhirnya dia mengakui bahwa dia disuruh oleh teman-temannya itu untuk mengerjakan PR nya dengan imbalan akan diberikan uang. Untuk menyebutkan jumlah besarannya, mungkin tak seberapalah tetapi dengan cara yang seperti ini sungguh keterlaluan bagi saya. Akhirnya, siswa tersebut saya bawa masuk kembali ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran.

Mengatasi Masalah

Untuk mengatasi permasalah itu, saya mencoba membiasakan siswa untuk turut berbagi di kelas terhadap sesama dengan tak memandang dia itu miskin atau kaya. Di dalam pelajaran yang memerlukan kerja kelompok, saya berusaha menggabungkan para siswa dengan latar belakang yang berbeda (dilihat dari tingkat perekonomian keluarganya, kemampuan akademis, dan keaktifan siswa). Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak membedakan satu dengan lainnya dan dapat menghargai setiap usaha siswa, terutama dalam mengerjakan tugas. Saya juga menekakan pada seluruh siswa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik/ buruk.

Lesson Learned

Pendidikan karakter yang disisipkan

Di sini, penulis bisa menyampaikan pendidikan karakter apa yang disisipkan selama proses belajar. Misalnya, belajar bekerja sama dengan cara kerja kelompok, belajar antri, dsb.
Saya menanamkan sikap toleransi dan menghargai setiap manusia baik dia memiliki segi ekonomi kehidupannya kaya ataupun miskin, pintar ataupun bodoh, dan lain-lain.

9 Things I Like About Frida


Nama lengkapnya Frida Ayu Vebriana. Saya pertama kali kenal dia di kampus pas pendaftaran ulang SPMB. Dia ama kakak tertuanya sedang nyari kos-kosan. Trus saya menawari agar dia kos sekomplek ama saya aja…
Pas awal-awal kenal, kami nggak langsung banyak bicara. Setelah lebih dari sebulan, baru deh kerasa banget akrabnya. Kami sama-sama dari Kabupaten Cilacap, dan sama-sama tinggi sehingga sering dijuluki anak kembar. Kami punya laptop yang kembar karena belinya samaan dan sepatu yang kembar tapi beda warna.
Sudah 2 bulan saya pulang dari Flores dan belum juga bisa bertemu dengan sahabat yang satu ini. Makanya, saya membuat 9 daftar keistimewaan dia di mata saya, buat obat kangen. Kenapa 9? Karena 9 adalah angka favorit saya! Hehehe.

1. Frida itu temen yang penyabar, dewasa, kalem, santai, dan cuek pada hal-hal yang nggak penting. Dalam hal ini sama kayak upik. Dia bisa menenangkan saya di saat saya nangis lebay melihat sebuah nilai mata kuliah 4 SKS yang nggak memuaskan buat saya. Dia bisa tetap tenang saat menjelang ujian praktikum tes psikologi , adik saya dan kawannya yang dijadikan testee belum tiba. Padahal saya udah panik.

2. Frida nggak langsung marah-marah atau nyindir kalo ada sikap saya yang salah. Sebagai teman, dia akan mengingatkan pelan-pelan.

3. Saya itu tipe cewek moody. Frida bisa memahami sikap saya yang kadang ngeselin. Memahami keinginan saya yang kadang freak. Saya paham pasti Frida pernah sebel ama sikap saya, tetapi setelah mengetahui saya luar dalam dan kekurangan saya, dia nggak pergi meninggalkan saya. Padahal, temen dia kan bukan saya aja. a friend who can accept me just the way I am is hard to find. So I’m lucky to have her as my best friend.

4. Dia ada di saat susah dan senang. Pernah karena sedang merasa tertekan dan nggak nyaman sama sesuatu (yang jelas bukan karena Frida), saya cari kesibukan sendiri dan ada fase yang memang saya jarang main dengannya karena sibuk. Tapi, bukan berarti putus kontak.

5. Kami pernah kluntung-kluntung nggak jelas. Jalan kaki dari kos-kampus-perpus-naik angkot- nyampe gramedia-baca-baca-jalan kaki ke galeria-lanjut ke Gardena-jalan kaki-makan di warung steak- pulang ke kos. Pengalaman lucu tak terlupakan.

6. Dia itu orangnya rapi banget. Pernah suatu hari dia dateng ke kos dan ngeliat kamarku nggak rapi. Langsung deh diberesin ama dia. “Aku nggak bisa makan kalo tempat ini nggak rapi!” katanya. Hahaha. Kalo gitu sering-sering aja dateng,beb. Biar aku nggak usah ngerapiin kamar!

7. Kami pernah ngayal bareng pas semester 1. Saya bilang: “Da besok kita wisudanya samaan lho ya. Ntar sama-sama cumlaude aja ya Da. Biar duduk di kursi depan.” Khayalan saya lumayan terwujud. Kita sama-sama cumlaude. Sayangnya, saya wisuda duluan. Di auditorium saya nggak duduk sebelahan sama dia :-( . Itulah sebabnya pas yudisium saya nggak bilang kalo hari itu hari yudisium saya, sebab dia nggak ikut dalam yudisium saya. Rasanya ada yang kurang….! Tapi salutnya lagi, dia sportif! Lihat, di sisi lain dia pun bisa tetap bahagia datang dan melihat saya memakai toga. Dia adalah sosok yang setia dalam suka maupun duka. Saat saya sedang sedih, dia sabar ngedengerin curhatan, keluhan, omelan dan tangisan lebay saya. Saat saya senang dan sukses, dia pun tetap kasih dukungan dan senang melihat keberhasilan sahabatnya :-)

8. Dia temen yang asik banget dan betah diajak jalan berlama-lama di mall walaupun nggak borong. Beli seperlunya aja. Maklum jaman mahasiswa, guys.

9. Last but not least, I wish Frida still become my true–best friend forever. Pada dasarnya saya bukan orang yang suka dengan sengaja menyakiti dengan orang lain. Misalnya nih, pas balik ke Jawa, saya nggak sms frida. Saya Cuma ngapdet status via Fb aja sebagai ‘woro-woro’ alias pemberitahuan. Soalnya situasi saat itu nggak memungkinkan untuk saya ngabari semua orang yang dekat dengan saya. Beberapa orang yang tau saya pulang setelah ngeliat aktivitas di Fesbuk pun menghubungi, salah satunya Frida. Dia bilang: “Inaaa kamu kok pulang nggak ngabari aku sih? Hiks…kamu nggak anggep aku sahabatmu ya?” katanya via BBM yang tentu saja setengah bercanda dan setengah kecewa. Hehehe…ya maaappp, gitu jawab saya. Satu lagi, saya tipe orang yang fleksibel dan seringnya spontanitas kalo mau ketemu temen. Nah, prediksi saya kan dalam jangka waktu dekat ini belum bisa ketemu Frida makanya saya nggak ngabarin dia. Eh ternyata langkah saya yang nggak basa-basi itu salah.Hehehe..tapi senengnya nih, Frida itu bisa ngertiin alasan saya .Frida selalu bisa memahami arti di balik sikap dan tindakan saya itu. Bukan seperti seorang teman yang tiba-tiba aja sebal,sensi dan ngasih cap hitam dengan mengabaikan penjelasan saya dan nggak mau klarifikasi. 

So, nyari sahabat yang tulus kayak Frida itu susah! She is one of my priceless friend for me :-)

Membiasakan Murid untuk Percaya Diri


Abstrak

Tulisan ini berisi pengalaman belajar saya bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Selain itu, tulisan ini berisi nilai-nilai apa yang didapat dari proses belajar ini.

Latar belakang

Anak-anak murid saya adalah anak yang pintar. Sayangnya mereka sering kali mengeluh “Bu tidak bisa !”, “Bu susah !”. ketidak percayaan diri inilah hambatan terbesar dalam proses pembelajaran. Tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan jika kita percaya dulu. Walaupun kelihatannya pekerjaan ini sangat sulit diselesaikan. Itulah yang ingin saya tanamkan pada siswa-siswa saya. Memupuk rasa percaya diri pada diri anak tidak mudah. Tidak seperti mengajarkan suatu materi. Butuh proses dan konsistensi. Oleh karena itu, saya membuat peraturan kelas yang tujuannya memupuk rasa percaya diri siswa.

Melatih Kebiasaan Baru

Ilustrasi
Anak-anak ini pada awalnya pemalu dan kurang percaya diri. Bukan berarti mereka tidak bisa. Tapi mereka sudah pesimis dari awal. Untuk melatih kepercayaan diri mereka, saya membuat peraturan kecil.
Setiap anak yang berkata “tidak bisa” di kelas harus memasukan uang ke celengan. Awalnya ada kata “yaaaa” kecewa dari anak-anak. Anak-anak dipaksa keluar dari zona nyamannya untuk belajar, belajar, belajar. Belajar itu prosesnya tidak nyaman. Namun hasil belajar itu akan merubah perilaku siswa.
Dari anak-anak yang pemalu, minder, kini berubah menjadi anak yang lebih percaya diri, lebih optimis. Ya, it works ! mereka berhasil keluar dari zona nyamannya.
Oh ya, uang celengan yang terkumpul itu disumbangkan untuk anak-anak yatim di lingkungan mereka. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Peraturan ini selain melatih kepercayaan diri anak-anak juga melatih jiwa social anak-anak.

Lesson Learned

Menumbuhkan kepercayaan diri anak tidak mudah. Anak-anak itu unik dan harus berhati-hati, karena salah sedikit (salah berkomunikasi, salah perlakuan), bukan kepercayaan diri yang didapat namun kebalikannya.
Pengalaman ini bukan hanya anak-anak yang belajar, tapi saya. Saya belajar untuk bersabar, menikmati proses belajar anak-anak. Saya juga belajar untuk mempercayai anak-anak ini. Cepat atau lambat anak-anak ini akan berubah lebih baik, lebih percaya diri, lebih optimis.

Selasa, 04 Desember 2012

Kuliner Tegal : Sate dan Sop Kambing Balibul


Foto: Ina

Ragam olahan sate kambing dapat disajikan menjadi berbagai jenis masakan khas nusantara. Di Tegal, daging kambing juga memberikan suguhan sate kambing dan sop kambing yang memiliki cita rasa berbeda dengan daerah lainnya. Ketika Anda pergi ke Tegal, anda akan menemukan warung sate dan sop kambing khas Tegal yang bertaburan di seluruh penjuru daerah ini.  Daging kambing yang digunakan adalah daging kambing berusia di bawah lima bulan (balibul), bahkan banyak yang usianya masih di bawah tiga bulan (batibul).  Ya. Inilah santapan yang terkenal di Tegal, Jawa Tengah.
Kali ini, saya bareng bulik mengunjungi warung sate dan sop kambing balibul yang berlokasi di belakang PLN Slawi-Kabupaten Tegal. Nggak lama setelah memesan, menu pesanan kami datang. Nah ini dia, sate kambing dan sop kambing khas Tegal. Disajikan dengan bumbu sambal kecap serta tambahan irisan tomat dan bawang.  Satenya terasa sangat empuk dan gurih.  Kombinasi bumbu rempah yang digunakan dalam sop kambing juga terasa pas, tidak terlalu kental, menjadikan sop terasa meresap di lidah dan nikmat disantap panas-panas. Daging kambing yang digunakan untuk sop adalah bagian iga dan dekat tulang lunak. Kami juga memesan minuman teh khas tegal, yaitu Teh Poci. Aromanya dan rasanya segar dengan wangi teh yang alami menyempurnakan selera kuliner. Memang, selalu ada yang berbeda dari sajian daging kambing di berbagai daerah, termasuk Tegal. Walaupun mungkin hanya modifikasi dan takaran bumbunya yang berbeda. Namun, kreasi bumbu ini tentu memperkaya keanekaragaman kuliner di nusantara.

Mari makan! 


Price:
2 porsi sate kambing + 2 gelas teh poci + 2 porssi nasi + 1 porsi sop kambing = Rp.66.000
Ditraktir bulik. hehehe 
Lokasi : Dekat PLN Slawi, Tegal, Jawa Tengah

Sabtu, 24 November 2012

Surat dari Murid-muridku (Part 4: Habis)



16. Dari : Dania M.Nehong
Nehong

Burung terbang karna ada sayap,
Ibu datang karna ada cinta
Ibu yang cantik,
Slama ini Ibu telah banyak mengajarkan tentang kehidupan kepada kami dan hal yang kami tidak pernah tahu hingga tahu.Sejak awal kedatangan Ibu di sini, kami sangat senang karna kami tahu bahwa Ibu datang untuk mengabdi.
Ibu....
Kami harap setelah Ibu kembali janganlah pernah untuk melupakan kami siswa/siswimu, karena kami sangat cinta dan sayang kepadamu Ibu yang manizzzz.....
Ibu, sebelumnya saya minta maaf jika selama ini saya banyak melakukan kesalahan dan menyakiti hati Ibu.
Semoga Ibu selalu sabar dan tabah serta bahagia selalu dalam melaksanakan tugas di tempat yang lain...
Bu, terima kasih untuk semuanya......
Sampai jumpa Ibu cantik......

17.Dari: Aida
Aida
BUAT IBU YANG CANTIK
(IBU RINA)
Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada Ibu dan maafkan kesalahan saya jika saya ada salah kata kepada Ibu.
Ibu adalah orang yang baik.
Ibu juga menjadi panutan buat saya karena saya pengen seperti Ibu.
Saya sudah menganggap Ibu seperti kakak sendiri. Di sisi lain selain jadi guru, Ibu juga bisa menjadi teman.
Saya sangat sedih karena Ibu mau pulang. Moga-moga Ibu jangan lupa dengan saya Bu. Saya dengan Ibu belajar tentang percaya diri. Segala kesusahan yang ada dalam diri saya semuanya akan hilang jika saya membicarakannya kepada Ibu.
Intinya Ibu sangat baik kepada saya dan juga menjadi panutan saya.

18. By: Tania
Tania
Untuk Ibu Rina yang cantik dan baik hati
Selama Ibu Rina berada di lembaga pendidikan SMANDA, kami merasa senang karena Ibu telah memberikan pelajaran dan pengalaman yang begitu berharga. Pada sepucuk kertas ini saya mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdian dan kesabaran Ibu dalam menghadapi setiap karakter diri kami yang mana diantara kami pasti membuat Ibu kecewa dan juga sebelumnya kami minta maaf jika kami berbuat salah.
Keberadaan Ibu di SMANDA membuat kami merasakan kehangatan sikap Ibu yg membuat kami tidak bisa melupakan Ibu.
Harapan kami, semoga Ibu tidak akan pernah melupakan kenangan-kenangan yang ada di SMANDA juga berikan kami tempat spesial di hati Ibu.
WE ALWAYS LOVE YOU IBU.

19. Dari: Ain
Ain
Buat Ibu Rina yang cantik, manis, juga baik.
Selama Ibu Rina bedara di SMANDA dan menjalankan tugas di sini Ibu telah memberikan kesan yang begitu berhargayg tidak mudah untuk kami lupakan. Khususnya saya, mungkin hal-hal yang paling akan saya rindukan dari Ibu pada saat Ibu berdiri di depan kelas utk ngajar dan juga pada saat Ibu lagi bercanda dgn logat Ibu yg lucu dan juga unik itu menurut kami,
Ibu....sebelumnya kami minta maaf jika kami berbuat salah kepada Ibu baik itu tingkah laku maupun perkataan kami, karena saya yakin pasti diantara kami ada yang membuat Ibu merasa kecewa dan sakit hati. Kmai juga pengen ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ibu, karena Ibu telah bersedia mengabdikan diri untuk menjadi guru di sekolah kami. Jarang-jarang kami mendapatkan guru seperti Ibu.
Harapan kami semua semoga Ibu Rina tidak akan pernah ngelupain kenangan-kenangan yang ada di SMANDA dan sampai kapanpun kami selalu ada di hati Ibu Rina. Begitu juga Ibu Rina akan selalu ada di hati kami semua.
I LOVE YOU IBU RINA
SAMPAI JUMPA

20. Dari: APRIL (Catatan penulis: ini murid laki-laki lho)
TO: IBU RINA
April
Mungkin suatu perpisahan menurut banyak orang adalah hal yang sangat menyedihkan, menyebalkan dan bahkan harus ditangisi. Namun, menurut saya pribadi suatu perpisahan itu merupakan jalan hidup yang harus kita jalani agar kita dapat mengambil suatu hikmah baik itu yang positif maupun negatifnya. Perpisahan itu tidak dapat kembali, karena perpisahan itu ibarat bumi yang sedang berputar, dan pasti suatu saat kita semua pasti mengalami itu.
Jujur dari awal Ibu dan Pak Tri datang, kami sangat senang karna sikap Ibu dan Pak Tri terhadap kami sangat baik, perhatian dan mudah bergaul. Serta selalu memberikan masukan-masukan yang memotifasikan kami untuk terus maju. Namun semua itu sudah berakhir dan kami minta kepada Ibu jangan lupa dnegan anak-anak SMANDA. SMANDA akan terus mendoakan Ibu dan Pak Tri selamanya....
SELAMAT JALAN......!!!
SEMOGA SUKSES DI LAIN TEMPAT!!!

Surat dari Murid-muridku (Part 3)



11. Dari: Rofina (Ofin)
Ofin
Sejak kedatangan Ibu yg pertama ke sekolah kami, ofin merasa takut sekali untuk berteman dgn Ibu, karena Ofin pikir sifat Ibu adalah sifat yg tidak mau berteman dgn siswa. Padahal Ofin salah menilai Ibu, ternyata sifat Ibu sangat baik, dan Ibu juga tidak memilih-milih
siswa untuk berteman dgn Ibu.
Ofin sbg muridnya Ibu, Ofin minta maaf atas sikap Ofin yg selama ini sudah tdk baik dgn Ibu.
Pesan: Ofin mohon, jangan pernah lupa dengan kami anak-anak SMANDA. Kalaupun Ibu akan melupakan kami juga tidak apa-apa, karena kita sudah terpisah oleh batasan-batasan yang tidak mungkin untuk kita bisa bertemu lagi.
Selamat jalan Ibu.
Semoga Ibu menjadi org yg tersukses dgn profesi Ibu sbg guru.
Semoga Ibu diberkati dan dilindungi oleh Tuhan dalam perjalanan Ibu.

12. Dari: Amaliya (Ar)
Ar
(Catatan Penulis: Tulisan tangannya huruf kapital semua nich)
To: IBU RINA YANG CANTIK
SAAT KEDATANGAN IBU RINA DI SMANDA,,SAYA MERASA SENANG. SETIAP HARI IBU SELALU TERSENYUM DAN CERIA BERSAHABAT DENGAN MURID-MURIDNYA. TERUTAMA UNTUK KELAS KAMI. SEBAGAI GURU BK, IBU SELALU MENASIHATI DAN MEMBERI MOTIVASI UNTUK KAMI SEMUA.
SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA IBU,,KARENA IBU SELALU MEMBIMBING SAYA DAN TEMAN-TEMAN SEMUA MENJADI ORANG YANG BAIK. TIDAK ADA LAGI CANDA TAWA BERSAMA,TAPI IBU AKAN SELALU DIHATIKU SELAMANYA.
PESAN: JANGAN PERNAH LUPAKAN SAYA (AR YANG SELALU CEREWET) DAN SEMUA YANG BERADA DI SMANDA. IBU DOAKAN KAMI ANAK KELAS XII AGAR KAMI SEMUA BISA LULUS.

13. By: Hamran
Hamran
Pesan untuk Ibu Rina:
-Semoga bisa menjadi guru yang baik dan profesional
-Saya doakan agar Ibu selalu ada dlm lindungan Allah SWT.
-Saya minta maaf kalau saya selama ini saya pernah buat Ibu tersinggung atau pernah menyakiti hati Ibu Rina dan saya juga berterima kasih atas semua yang ibu berikan.
-Ibu adalah inspirator kami yang menginspirasi kami agar menjadi anak yang tegar dan percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup ini.
-Untuk Ibu Rina saya doakan yang terbaik lah.
-IBU RINA IS THE BEST.




14. Dari: Suci
Suci
Untuk Ibu Rina yang baik,
Terima kasih telah mengajarkan kami berbagai hal baru yang belum kami ketahui sebelumnya. Terima kasih juga karena selama ini telah bermain dan belajar bareng sama kami. Kami anak-anak SMANDA yang nakal, jahil, kocak yang suka buat masalah sampe yang usil juga ada. Eitss...tpi tunggu dulu, biarpun begitu anak-anak nya pada manis and cute gitu dech...hahaha....PD bgt yach???
Terima kasih Ibu telah menemani kami disini selama 10 bulan. Bukan kurun waktu yang singkat dan membutuhkan kesabaran yang besar untuk menghadapi kami semua.
Kebersamaan yang telah kita lalui bersama merupakan kenangan terindah yang tidak akan terulang lagi, karena waktu terus berjalan. Jika selama ini kami telah melakukan banyak kesalahan, dari lubuk hati yang paling dalam saya minta maaf atas semua kesalahan yang membuat Ibu tersinggung, sakit hati, kecewa dan marah.
Makasih Ibu atas semuanya.
Selamat berjuang, Ibu!
ICH LIEBE DICH.

15. Dari: Maria L. Mbe’o (Lely) = (Catatan penulis: dia murid pindahan)
Lely
Ibu adalah orang baik yang aku kenal. Ketika kesulitan aku bertanya dan Ibu selalu memberikan petunjuk. Jiwa pengertian yang Ibu tanamkan dalam diri Ibu membuat aku berpikir untuk meniru sisi baik dan sikap yang selama ini telah Ibu tunjukkan.
Tetapi perpisahan ini harus terjadi, jika aku bisa memutar ulang waktu aku tidak ingin berpisah dengan Ibu yang begitu baik, pengertian, selalu memberi motivasi , nasehat dan teladannya.
Jangan pernah lupakan aku, meskipun aku bukan siapa-siapanya Ibu. Aku baru mengenal Ibu 3 bulan yang lalu tetapi aku menemukan sosok seorang kakak untukku.
Ibu harus tetap mempertahankan sikap dan kebaikan Ibu meskipun di tempat dan situasi maupun kondisi yang berbeda.




(bersambung ke Part 4)