Kamis, 13 November 2014

Inovasi dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Layanan BK dan Pengembangan Diri



Dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, menyenangkan dan memacu peserta didik agar berpartisipasi aktif, maka penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) alangkah baiknya diterapkan di kelas. Adanya perangkat berbasis TIK dapat menarik minat siswa serta turut memberikan kesempatan agar siswa mengembangkan ide-ide, kreativitas dan kemandirian dalam mata pelajaran tersebut.


Dalam Permendikbud No.65 tahun 2013 disebutkan bahwa salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat. Hal ini berarti, penggunaan TIK dalam proses pembelajaran akan memberikan andil besar bagi peserta didik. Guru sebagai fasilitator akan lebih terbantu untuk menyelami kondisi siswa secara menyeluruh, termasuk kesulitan yang mungkin dialami siswa dalam menyerap proses pembelajaran.
Membaca software modul untuk guru bisa dilakukan di laptop, tablet atau netbook. Praktis.
 Kemajuan teknologi menuntut para pendidik untuk lebih mengembangkan inovasi dalam pembelajaran agar murid memberikan perhatian pada penjelasan guru dan tertarik mengeksplorasi lebih lanjut tentang materi pelajaran yang disampaikan gurunya. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran diantaranya adalah penyampaian media pembelajaran melalui microsoft powerpoint, video dan macromedia flash. Adanya penggunaan video tutorial tentang bahan ajar juga dapat digunakan guna menarik minat siswa agar menjadi siswa yang aktif.
tema layanan "Kesehatan Reproduksi" untuk remaja usia SMA, ditayangkan dengan macromedia flash

Pembelajaran berbasis TIK memiliki banyak kelebihan. Seperti penggunaan waktu yang lebih efektif dan materi pelajaran akan lebih menarik. Sebagai guru, saya berusaha mendesain proses pembelajaran di sekolah dengan memanfaatkan pengembangan TIK dari segi media pembelajaran sampai melibatkan siswa untuk aktif ikut serta menggunakan kemampuan di bdiang TIK yang dimilikinya.

Berikut ini adalah cara-cara yang saya tempuh dalam memanfaatkan TIK dalam kegiatan layanan BK dan pengembangan diri:

1.Memanfaatkan LCD proyektor dan laptop untuk menyampaikan materi layanan BK
materi dibuat memakai power point
Saya saat memberi materi "Komunikasi yang Efektif" di SMAN 1 Bantul
Ketika memberikan layanan BK klasikal atau tatap muka di kelas, saya menampilkan isi materi layanan melalui media power point atau macromedia flash. Seringkali saya menyelipkan video-video motivasi maupun renungan di tengah proses pembelajaran agar siswa lebih mampu meresapi makna yang terkandung dalam tema yang disampaikan. Sebagai contoh, saat tema tentang “Memahami Potensi Diri”, saya memutar klip video berdurasi singkat mengenai bagaimana para atlit-altit penyandang cacat mampu memiliki prestasi di bidang olahraga.
Siswa akan dimintai pendapatnya usai melihat tayangan tersebut.
video klip yang menampilkan tentang atlit penyandang disabilitas

2. Saat mendapat jam masuk kelas jam terakhir, biasanya siswa sudah lelah dan jenuh. Saat itulah ice breaking atau penyegaran dibutuhkan untuk menghidupkan kembali suasana. Ice breaking juga bisa diberikan lewat media laptop dan LCD. Contohnya adalah ice breaking berupa “games tipuan mata”, siswa diminta secara cepat menyebutkan warna kata, bukan membaca kata . Hasilnya? Banyak siswa yang terkecoh :D dan mereka ‘berlomba-lomba’ untuk berkonsentrasi agar bisa menjawab dengan benar :-D
ice breaking atau penyegaran, dibuat melalui power point dan ditayangkan dengan LCD
Ada juga gambar ‘tiga dimensi’ yang saya tampilkan. Siswa diminta menebak “gambar apakah itu?”
gambar yang membuat siswa tertarik memperhatikan

3.  Menggunakan perekam video (memakai ponsel atau kamera digital) untuk layanan konseling dengan teknik self-modelling.  Hasil rekaman dipindah di laptop dan diperlihatkan ke siswa yang bersangkutan. Penggunaan laptop plus audio juga bisa digunakan saat memberikan layanan konseling dengan teknik desentisasi sistematis atau relaksasi, berupa musik-musik instrumental yang membantu siswa rileks.

4. Optimalisasi TIK juga saya gunakan untuk melakukan assesmen kebutuhan siswa. Mulai dari pembuatan Rencana Program Layanan, menganalisis intrumen alat ungkap masalah, membuat tabel permasalahan siswa, sosiometri, rancangan pembelajaran dan layanan BK, hingga berbagai instrumen BK lainnya.
Pembuatan sosiogram dan analisis sosiometri melalui Microsoft Word.
 5. Perencanaan untuk memanfaatkan TIK dalam aktivitas kolaborasi siswa maupun media komunikasi siswa, yaitu membuat media blog sebagai wahana untuk sharing tentang berbagai permasalahan remaja. Nantinya siswa bisa mengirimkan opini maupun permasalahannya via email agar lebih privasi dan saat ditayangkan di blog, namanya bisa disamarkan :D
Mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi saat pemberian layanan konseling di Kabupaten Ende, 2012
 Penerapan pembelajaran berbasis TIK tidak hanya bisa saya terapkan saat saya berada di sekolah-sekolah yang sudah memiliki fasilitas LCD dan proyektor saja. Melainkan juga saat saya masih mengajar di daerah tertinggal, yaitu di Ende, Flores tahun 2012. Sekolah tidak memiliki fasilitas LCD dan proyektor di kelas. Sehingga saya menggunakan laptop plus modem pribadi untuk memacu siswa menyimak tambahan materi dari internet. Atau memutar video yang berkaitan dengan tema pembelajaran, tetapi siswa melihatnya bergantian karena belum ada fasilitas LCD dan proyektor. Efeknya, siswa menjadi lebih senang dan bersemangat saat menggali materi layanan atau pelajaran.
DVD bisa diputar dan ditayangkan kepada siswa
 Bagi guru mata pelajaran yang di sekolahnya sudah tersedia fasilitas LCD, guru bisa memberikan tugas presentasi kelompok pada siswa. Presentasi dipaparkan lewat powerpoint. Mengingat kemajuan teknologi yang menuntut tenaga pendidik mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis TIK, saya mengusulkan agar dinas pendidikan memfasilitasi para guru lewat pelatihan. Selain itu, bisa juga dengan pemenuhan sarana berupa komputer, LCD dan proyektor di sekolah yang belum memilikinya. Namun, yang terpenting adalah keinginan dari para pendidik untuk menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Apalagi, inovasi penggunaan TIK dalam proses pembelajaran sangat diperlukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 agar daya saing guru tidak kalah dengan masyarakat di ASEAN. Inovasi dalam pemanfaatan TIK menjelang MEA 2015, sangat diperlukan untuk menaikan kualitas sumber daya manusia, pastinya semua dilakukan agar para guru bisa bersaing dengan seluruh masyarakat di negara ASEAN. 

Untuk bapak dan ibu guru, mari kita bersama-sama wujudkan Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK), sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Djalaludin Pane Foundation. Gerakan ini bertujuan untuk mengajak para guru untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membantu proses mengajar di sekolah. 

5 komentar:

  1. TIK emang penting banget sekarng ini dipakai dalam proses belajar karena bukan lagi pelengkap ya Mba, sudah jadi kebutuhan. Kalo ga diajarkan penggunaan yang bertanggungjawab takutnya malah banyak efek negatifnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap kak.
      peranan guru penting di situ...
      karena guru menyampaikan materi dengan memanfaatkan TIK, berarti memberikan contoh pada siswa bahwa kemajuan TIK bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hal2 positif.

      Hapus
  2. Barusan pas baca warna saya terkecoh juga, Mbak. :D Aseem i. . .

    BalasHapus
  3. di sekolah anakku yang SD tiap kelasnya juga disediakan LD jadi bisa mendukung pembelajaran ya

    BalasHapus
  4. Kegiatan belajar jadi lebih menarik, ya :)

    BalasHapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.