Rabu, 24 Agustus 2016

Strategi Mengelola Keuangan Agar Cerdas Finansial






Di berbagai media seperti televisi, media sosial, ataupun surat kabar elektronik sudah banyak informasi  mengenai berbagai macam orang kaya di dunia. Ada beberapa hal yang menarik dari para orang kaya tersebut salah satunya adalah ternyata tidak seluruhnya orang kaya tersebut berasal dari kalangan atas yang  memang identik dengan memiliki banyak uang.Pernahkah kamu melihat sendiri atau bahkan mendengar teman dan rekan kerja yang bisa berlibur ke luar pulau atau luar negeri, membeli smartphone merk ternama yang mahal, atau bahkan memiliki mobil dengan jerih payah sendiri. Apa yang sebenarnya menjadi kunci keberhasilan mereka? Check this out!


Strategi pertama yang dapat kamu lakukan adalah menabung dengan konsep dasar adalah penyisihan penghasilan, bukan penyisaan penghasilan. Misalnya kamu mendapatkan gaji Rp 3 juta di setiap bulannya dan berencana menabung Rp 500 ribu perbulan. Dengan konsep tersebut, maka kamu harus menyisihkan Rp 500 ribu pada saat kamu menerima gaji tersebut. Sisa gaji dapat kamu gunakan sesuai keperluan sehari-hari. Dengan konsep ini, maka kamu akan menggunakan gaji Rp 3 juta sehari-hari dan berharap agar di akhir bulan akan dapat tersisa Rp 500 ribu, Namun jika kamu menggunakan konsep penyisaan itu jarang sekali terjadi. Hal tersebut dikarenakan pada dasarnya ketika kamu memegang penuh gaji Rp 3 juta, maka kamu pasti merasa memiliki ‘banyak uang’ untuk digunakan sehari-hari. Tapi, jika kamu sudah menyisihkan 500 ribu sejak awal, maka kamu tidak perlu takut jika kehabisan uang.

Strategi kedua yang dapat kamu lakukan  adalah berhemat.  Berhemat sangat bisa dilakukan jika kamu mengalami kenaikan gaji Tapi, pada dasarnya kamu lebih disarankan untuk melakukan penghematan dahulu karena bisa dilakukan segera mungkin, sedangkan untuk meningkatkan penghasilan seperti meminta kenaikan gaji membutuhkan waktu yang cukup lama.

Strategi ketiga yaitu mengalokasikan uang. Dua tipe uang yang perlu kamu alokasikan, yaitu uang yang dikhususkan untuk pengeluaran yang bersifat konsumtif dan cicilan utang serta uang yang dikhususkan untuk berinvestasi. Untuk pengeluaran yang bersifat konsumtif dan cicilan utang, kamu dapat mengalokasikan uang tersebut dengan membuat budget sederhana. Budget tersebut hanya terdiri dari apa yang akan kamu keluarkan serta berapa perkiraan jumlahnya sehingga kamu tidak perlu  membuat budget secara detil, karena inti dari budget sebagai  panduan bagaimana mengalokasikan uang kamu untuk keperluan sehari-hari.
Untuk alokasi uang yang dikhususkan untuk berinvestasi, Untuk alokasi mengenai hal ini tentu kamu perlu lebih cermat lagi, karena investasi akan menentukan besarnya kekayaan finansial yang akan kamu dapatkan nanti. Untuk  permulaan, kamu disarankan untuk membuat investasi dalam bentuk tabungan yang mudah dicairkan atau dengan kata lain ini sebagai persiapan dana darurat.  Selanjutnya kamu bisa mulai mengamati bentuk investasi lain seperti emas, saham, properti, atau produk lain.

Strategi keempat yaitu menambah pemasukan. Bagi kamu yang sudah bekerja, tentu hal yang dapat kamu lakukan untuk menambah pemasukan adalah mencoba untuk meminta kenaikan gaji atau kamu dapat meningkatkan  kinerja kamu  untuk meraih bonus dari perusahaan. Selain itu, kamu  juga dapat mencoba untuk memulai merintis usaha sampingan.
Selamat mencoba ! Semoga bermanfaat !  
Sumber : Halomoney.co.id

Artikel ini adalah guest post dari pihak halomoney.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.