Sabtu, 08 Oktober 2016

Dear You




Untuk seseorang yang masih aku tunggu kedatangannya,
Pasti ada alasan, kenapa Allah masih merahasiakan namamu pagi,siang,malam hingga saat ini
Menunggu hadirmu bersanding denganku, bukan hal yang menyebalkan.
Dalam penantianku, aku bisa sering membicarakanmu dengan Tuhan.
Tak jemu aku merayu-Nya agar aku bisa melihat jelas sosokmu
Saat nanti kau genggam tangan ayahku untuk mengijabku.
.
Kamu nggak perlu tau, apa yang sering kuperbincangkan dengan Tuhan tentangmu
Yang kamu perlu tau,
Bahwa aku senantiasa mendoakanmu,
Agar Tuhan melindungimu selalu dan cahaya-Nya menjadi penerang jalanmu
Dan menaungi wajahmu, selalu.
.
Nanti, nanti saat kau sudah ditakdirkan Tuhan menjadi “cahaya mentari pagiku”
Kubiarkan kau melelehkan hatiku, sesukamu.
Karena  jika kita sudah dipersatukan......
Akan kupindahkan baktiku dari ayahku kepadamu ayah dari anak-anakku kelak.
Saat itulah segala kepatuhanku kepada manusia yang utama akan beralih padamu.
Seperti pesan ayahku, bahwa kunci surgaku ada dalam keridhoanmu.
.
Untuk itu.....
Biarlah sekarang aku memantaskan diri sambil menunggu hadirmu.
Agar tiba pada saatnya,
 aku bisa menjadi rumah ternyaman untukmu dan anak-anak kita.
.
.
.
.
Cibinong, 8 Oktober 2016

3 komentar:

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.