Minggu, 25 Desember 2016

Rencana Allah Lebih Indah



 Hari ini, salah seorang sahabat wanita bercerita kepada saya via telepon.
Intinya, ia sedih karena rekan pria sekantornya hendak balik ke Madura dan menikahi perempuan lain. Sementara selama setahun belakangan, pria tersebut juga pernah terlibat cinlok dengan sahabat saya.


“Aku meminta yang terbaik pada Allah. Tapi, kenapa Allah ngga membalikkan hatinya untukku? Sekarang dia milih perempuan lain. Hatiku terlanjur sakit karena dia. Gimana nyembuhinnya? Enek liat mukanya tiap hari….”

Awalnya saya menghela napas. Duh, susah ini ngejawabnya (^_^)

“Gini, sista.”

Sahabat saya terdiam di seberang telepon dan menunggu kelanjutan kata-kata saya.

“Kamu harus percaya kalau rencana Allah akan lebih indah dibandingkan rencanamu yang paling indah sekalipun. Aku juga mulai berusaha menerapkan rasa khusnudzon sama Allah kalo mengalami sesuatu yang nggak mengenakkan. Khususnya menyangkut perasaan, apapun tipe masalahnya.

Aku bisa ngomong gini, setelah ada beberapa hal yang belum lama kusadari. Kita, hanya bisa berusaha. Selebihnya, tawakkal dan biarkan Allah menentukan hasil akhirnya. Pandangan kita, ngga ada apa-apanya disbanding penglihatan yang Allah miliki. Indera kita bahkan ngga dapat menembus jauh dan menebak apa yang sesungguhnya ada di dalam hatinya. Bisa jadi, hatinya ngga sebening yang kamu lihat dari luar penampilannya. Karakternya, tidak sebaik yang kamu duga. Bisa jadi pula, kamu dan dia ngga secocok bayanganmu jika dipersatukan. Allah lebih tahu semuanya. Allah mengetahui jauh ke depan, apa yang terjadi jika kamu menikah dengannya. Lantas kamu mau apa? Memaksakan dia menjadi milikmu walaupun Allah sudah memberikan peringatan?

Kalau sekarang dia memilih wanita lain, di Madura,mungkin kamu memang ngga cocok untuknya dan dia ngga cocok untukmu.  

 Kamu meminta yang terbaik. Allah ngga memberikan dia untukmu. Berarti dia bukan yang terbaik dan Allah akan menggantinya dengan sosok yang paling tepat. Mari kita ikuti skenario Allah sambil terus berusaha dan bersabar, dear.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.