Minggu, 25 Desember 2016

[Review Film] Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon ~ Antara Tugas Negara dan Cinta



sumber foto : google image


Jarang film Indonesia yang mengambil latar belakang militer. Kalaupun ada, tetap aja genre-nya lebih ke drama percintaan. Misalnya film Doea Tanda Cinta. Adapun film yang baru rilis belakangan ini  Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon juga bertemakan drama. Yups, awal membaca judulnya kami sempat mengira film ini banyak dibumbui action. Oh, ternyata tidak.
 

 Film ini bekisah tentang Pasukan Garuda, yaitu pasukan prajurit TNI, yang dikirim ke Lebanon dengan misi menjaga perdamaian di Negara konflik ini. Jadi, bukan untuk perang angkat senjata. Tokoh utamanya Kapten Satria (Rio Dewanto) menjadi salah satu Danki atau Komandan Kompi dalam Pasukan Garuda. Ia memiliki tunangan bernama Diah ( Revalina S. Temat) yang berprofesi sebagai dokter. Ayah Diah, Letkol (Purn) Surya (Deddy Mizwar) sangat mendukung hubungan Diah dan Satria. Sebaliknya, Ibu Diah, menentang hubungan mereka.
“Nikah sama tentara ngga bikin kamu hidup bergelimang harta. Justru banyak resikonya,” begitu opini sang ibu.

Antara Tugas dan Cinta

Suatu hari, Diah mempertanyakan kepastian Satria menikahinya. Namun, di saat yang bersamaan Satria ditugaskan harus ke Lebanon. Sebagai prajurit yang telah disumpah untuk menomorsatukan Negara, Satria meminta keikhlasan Diah untuk menunggunya selama satu tahun.
Diah dilanda keraguan. “Satu tahun bisa merubah segalanya. Banyak hal yang bisa terjadi.”
Saat hendak berpisah, terlihat keluarga dan kekasih prajurit lainnya melepas kepergian orang yang disayanginya. Semua berdoa agar mereka kembali dengan selamat. Ada Lettu Arga (Yama Carlos) sebagai salah satu Danton, yang harus berpisah dengan sang istri yang tengah mengandung. Ada juga seorang kowad yang dilarang tunangannya untuk pergi ke Lebanon. Namun, wanita itu tetap pergi walaupun dengan resiko pernikahannya batal. Ia memasrahkan segalanya di tangan Tuhan dan memilih melaksanakan tugasnya.
Diah meyakinkan Satria tentang komitmen kesetiaan mereka.

Saat Kesetiaan dan Kepercayaan Diuji

Film ini didukung oleh akting para pemeran yang bagus dan cocok sesuai perannya.  Di Lebanon, pasukan garuda berbaur dengan masyarakat. Selain membantu memelihara perdamaian dengan segala aktivitasnya, mereka juga memberikan layanan pengobatan dan terjun dalam pendidikan ke anak-anak SD. Di sinilah Satria kenal dengan Rania (Jowy Qhoury) yang memiliki anak kecil bernama Salma (Hadijah Lilu). Salam mengidap trauma psikis karena melihat kematian ayahnya saat serangan bom melanda Lebanon. Sebagai Danki yang bertanggung jawab, Satria berjanji membantu pendampingan terapi Salma hingga sembuh.
Sementara itu, di Indonesia istri Lettu Arga sedang video call dengan suaminya. Diah yang berada di situ ngga sengaja melihat latar video call Rania dan Satria sedang berbincang. Ini nih yang bikin Diah baper dan cemburu maksimal. Apalagi sebagai Danki, Satria sibuk dan jarang ada waktu untuk nelpon Diah. Terus Diah ngambek dan ngga ngasih Satria kesempatan buat menjelaskan! Ya atuh teteh…masa gitu doang baper ? :-(

Munculnya Orang Ketiga

Tokoh pengusaha muda yang kaya raya bernama Andri (Baim Wong) hadir ngedeketin Diah. Ibu diah senang dan mendukung kedekatan keduanya. Berbeda dengan Ayah Diah yang tetap meminta anaknya menunggu Satria. Satria kecewa mengetahui kedekatan Diah dan Andri.
Di sisi lain, Rania mulai jatuh cinta dengan Satria. Perlahan Satria juga menyayangi wanita itu. Namun, ia tetap menjaga etika , nama baik dan sikapnya.  Memang. Saat seseorang berada di daerah terasing, segala perasaan yang tidak mungkin pun bisa terjadi.

Ada yang menarik di sini. Digambarkan bahwa seorang tentara yang dari luar terlihat kuat dan pemberani, tetapi di hatinya memiliki kelembutan.
Misalnya saat Pratu Ujang nangis ngga bisa pulang kampung saat lebaran lalu Serka Gulamo menghiburnya dengan lelucon lucu. Terasa kan, jiwa korsa yang tinggi lewat empati pada anak buahnya. Atau saat Lettu Arga menangis haru saat keluarganya mengabari via telepon bahwa istrinya telah melahirkan di Indonesia.
Bahkan Kapten Satria yang lugas dan gagah itu tidak ragu mengungkapkan perasaan hati yang sebenarnya. Ada saat-saat tertentu yang membuatnya menitikkan air mata. Satria tegar banget. Sesedih apapun hatinya karena cinta, tetap tidak melumpuhkan logikanya.
Bagian paling menyenangkan di film ini adalah saat Pasukan Garuda kembali di Indonesia dan disambut keluarga mereka. Berasa rindu banget, setahun ngga ketemu. Setahun itu, lama lho! Sementara itu, kowad yang batal nikah akhirnya dapat pacar baru, seorang Danton.
Satu quote dari film ini, yang diucapkan oleh Ayah Diah kepada Satria di akhir cerita:

 Prajurit tidak akan menangis karena kematian. Dia cuma menderita karena penghianatan dan ketidaksetiaan. Ini bukan kegagalanmu atau kekalahanmu. Ini justru kemenangan terbesarmu. Dan bagi prajurit, pertempuran tidak akan pernah selesai sampai kita mati.


Film ini aku kasih rating 3 dari 5. Berikut trailernya.  


1 komentar:

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.