Selasa, 15 Agustus 2017

Part 2




Sebenarnya tadi aku udah ngantuk. Tapi salah seorang sahabat wanita yg lagi curhat via chat ngelanjutin ceritanya. Pertanyaan terakhirnya rada2 jleb gimana gitu. Dia nanya…
“Menurut km, apa yg harus dilakuin kalo nge-gap pacar jalan sama perempuan laen?”
“Kamu harus kenali dulu motifnya.”
Chat berlanjut, dan tetiba saya ingin menceritakan hal ga penting di blog ini. Tentunya bukan nyeritain tentang sahabat wanita tadi. Ini tentang seorang wanita yang sebut aja namanya Jingga. Kala itu usianya masih di kisaran 23-24 tahun. Pacarnya Jingga sebut aja namanya Roni, yang kala itu sedang menempuh tugas akhir kuliahnya. Roni ngebolehin Jingga pergi sama cowok lain, dengan syarat ijin, perginya harus jelas, ga boleh jauh2, dan ngga boleh lama2. Oke Jingga menyanggupi. Dia ini tipikal cewek yg kalo udah suka ama cowok, ga bisa berpaling.  

Kamis, 10 Agustus 2017

part 1



Dengan cekatan perempuan itu merapikan berkas yang ada di tangannya. Baru hendak melangkahkan kakinya ke luar ruang, terdengar pegawai pria usia paruh baya memanggilnya. Ia urung melangkah ke luar.
“Aya naon Pak?”
Pria itu tersenyum. “Saya lihat nantinya suami kamu itu sayang sekali sama kamu.” Ia melihat sejenak ke telapak tangannya.
“Semoga, Pak. Semoga yang bapak utarakan ke saya itu terjadi, seperti tebakan-tebakan sebelumnya.”
Benarkah? Bisiknya dalam hati.
Sesaat perempuan itu menghela napas berat.  Tiba-tiba matanya terasa panas mengingat kejadian akhir-akhir ini. Ia segera mengalihkan pikiran agar setitik bulir bening tidak menggenang di sudut matanya.
“Jangan kuatir. Jangan ragu. Mungkin sekarang belum terlihat olehmu. Tapi kamu buktikan saja ucapan saya nanti setelah menikah dengannya. Diantara semua laki-laki yang pernah ada di ingatan kamu, dia yang paling sayang sama kamu. Kelak.” Pria paruh baya itu seolah bisa membaca kekhawatiran yang tersembunyi di wajah perempuan di hadapannya.