Kamis, 10 Agustus 2017

part 1



Dengan cekatan perempuan itu merapikan berkas yang ada di tangannya. Baru hendak melangkahkan kakinya ke luar ruang, terdengar pegawai pria usia paruh baya memanggilnya. Ia urung melangkah ke luar.
“Aya naon Pak?”
Pria itu tersenyum. “Saya lihat nantinya suami kamu itu sayang sekali sama kamu.” Ia melihat sejenak ke telapak tangannya.
“Semoga, Pak. Semoga yang bapak utarakan ke saya itu terjadi, seperti tebakan-tebakan sebelumnya.”
Benarkah? Bisiknya dalam hati.
Sesaat perempuan itu menghela napas berat.  Tiba-tiba matanya terasa panas mengingat kejadian akhir-akhir ini. Ia segera mengalihkan pikiran agar setitik bulir bening tidak menggenang di sudut matanya.
“Jangan kuatir. Jangan ragu. Mungkin sekarang belum terlihat olehmu. Tapi kamu buktikan saja ucapan saya nanti setelah menikah dengannya. Diantara semua laki-laki yang pernah ada di ingatan kamu, dia yang paling sayang sama kamu. Kelak.” Pria paruh baya itu seolah bisa membaca kekhawatiran yang tersembunyi di wajah perempuan di hadapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.