Selasa, 12 September 2017

Adaptasi Murid di Sekolah Baru



Suatu siang, ada seorang siswa kelas 7 yang bercerita pada saya bahwa ia kaget dengan beberapa peraturan yang ada di sekolah barunya ini. Menurutnya, tugas yang diberikan guru dan aturan di SMP ini lebih berat dibandingkan dengan situasi di SD nya yang minim aturan terkait tata tertib, penugasan dan tata krama. Keinginan memilih SMP ini adalah pilihan hatinya sendiri, bukan Karena disuruh orang tua. Orang tua tentunya sangat mendukung anaknya masuk sekolah negeri idaman banyak orang.

“Saya ngga nyangka ternyata yang ada di sini itu lebih berat dari bayangan saya Bu. Banyak aturan, banyak tugas….” Dia mulai mengisahkan awal proses adaptasi di sekolah baru. Intinya, si murid terkejut karena apa yang ada dalam sekolah idamannya lebih sulit dari ekspektasinya.Beberapa pe-er terabaikan karena ia kehilangan semangat. Dia merasa terbebani dan terkadang ragu. Sanggupkah saya menjalani 3 tahun di sekolah ini? Begitu yang ada di dalam benaknya.
Sempat ada pikiran sesaat di hatinya untuk mundur, pindah ke sekolah lain yang kualitasnya lebih rendah.
“Yang kepingin sekolah di sini kan kamu?
“Iya Bu”
“Itu sudah pilihan kamu. Tugas kamu adalah bertanggung jawab atas pilihan kamu. Mengerti?”
“Mengerti, Bu.”
“Bu guru paham bahwa sesuatu yang berbeda dari lingkungan SD kamu, akan terasa berat buat kamu. Kamu punya dua pilihan. Pertama, kamu mundur. Kedua, kamu mau berusaha jadi pribadi lebih baik dan terus maju. Pilihan kedua akan menjadikan kamu pemenang. You are the next winner. Buat jadwal belajar, atur waktu kamu. Teman-teman kamu saja bisa, kamu juga pasti bisa.”
“Tapi…teman-teman saya di sekolah lain tugasnya ringan bu, nggak banyak aturan, beda sama saya di sini.” (dia menyebutkan nama-nama sekolah teman-teman SD nya)
“Sekarang Ibu mau nanya. Kualitas emas sama perunggu bagusan mana? Mahal mana? Banyakan mana peminatnya?”
“Emas bu.”
Saya tersenyum. “Nah. Itu artinya, untuk mendapatkan suatu hal yang lebih berkualitas, kamu harus lebih banyak berjuang. Banyak orang mendambakannya. Sesuatu yang lebih berkualitas lebih banyak disukai orang. Nilainya lebih tinggi. Demikian juga dengan memilih sekolah, walaupun ada kekurangan di dalamnya. Sekolah yang lebih bagus akan lebih banyak aturannya. Hanya mereka yang tangguh yang mau berjuang untuk bertahan. Pertanyaan ibu, kamu mau jadi salah satu siswa yang tangguh, atau mau mundur?”
“Yang tangguh bu,”
“Bagus. Ibu akan kasih kepercayaan sama kamu. Berubahlah perlahan. Ibu akan pantau dari guru-guru mata pelajaran dan ibu mau bulan-bulan depan ada laporan bahwa kamu termasuk murid yang rajin mengerjakan PR. Tidak perlu takut salah, yang penting usaha kamu Nak. Bapak Ibu guru di sini menghargai usaha kamu. Lebih baik sudah usaha dan salah daripada halaman buku tulismu kosong karena kamu menyerah sama sekali.”
Ia menunduk dengan mata sedikit berkaca-kaca.
“Banyak orang mendambakan sekolah yang bagus. Kamu harus bersyukur terpilih di dalamnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.