Selasa, 10 Oktober 2017

Ingatan Jelang Tengah Malam




 Pikiranku mengawang-awang di langit. Langit-langit kamar tentunya. Aku teringat memiliki banyak teman yang sudah bisa mandiri di usianya, lepas dari orang tua di awal pernikahan mereka. Apalagi kaum CPNS yang hampir semuanya berasal dari luar jabodetabek.  Beberapa temanku yang sudah menikah saat lulus CPNS menyewa kontrakan tiga petak atau rumah mungil, ada juga yang beli, agar bisa membina rumah tangga yang mandiri.

Bahkan teman SMA ku yang diterima di salah satu instansi di sekitar sini, ia dan istrinya bercerita tentang betapa sederhananya mereka memulai rumah tangga. Temanku ini berprinsip harus pisah rumah dengan orang tua jika sudah menikah, alias hanya berdua dengan istri. Dengan demikian ia punya hak penuh untuk membimbing istrinya. Aku sependapat dengan mereka yang berjuang mendewasakan diri dari nol. Bahkan lupa belum punya alat makan saat pertama ngehuni kontrakan. Indahnya cinta itu saat mereka memilih hidup berdua walau sederhana.
Memang nggak bisa dipungkiri kalo tinggal serumah itu lebih banyak masalah internal yang terjadi. Sebagai orang tua pasti pingin nunjukin rasa peduli kalo anaknya atau cucunya ada masalah…sampai mereka lupa menyadari bahwa anaknya bukan lagi jejaka atau gadis, melainkan sudah berumah tangga. Bukan lagi anak yang masih diurusin ortunya dan harus diam di rumah. Bukan lagi bujangan atau gadis yang gampang curhat kepada ortu untuk urusan yang sebenarnya masih bisa didiskusikan secara dewasa dan terbuka dengan pasangan tanpa mengedepankan emosi.
Semakin tua orang tua, bagusnya semakin dikurangi intensitas bercerita yang membuat mereka kepikiran. Apalagi kalo sudah menikah. Semakin dewasa orangnya, semakin paham bahasa penyampaian cerita ke ortu supaya ngga bikin kuatir atau salah paham kepada menantu. (ini berdasar pengamatan di internal keluargaku, lingkungan dan teman-temanku)
Aku bukan perempuan tangguh yang selalu bisa menahan kerinduanku sama ortu. Aku selalu rindu, rindu pulang, ingin setiap bulan bisa pulang menengok ortuku yang hanya tinggal berdua di Cilacap. Semakin hari makin kusadari betapa beruntungnya aku memiliki ortu seperti mereka. Walaupun tidak sempurna, pasti ada kekurangannya.  
Ayahku cenderung otoriter untuk beberapa hal tertentu di saat usiaku 12-21 tahun. Tentu karena dilatarbelakangi pendidikan beliau. Maksud Bapak baik, misalnya mewajibkan aku berjilbab saat kelas X SMA, melarangku dugem, berpakaian seksi seperti hotpants dan tanktop dll. Namun, cara penyampaiannya terlalu blak2an kayak tentara hahaha. Itulah kenapa kalo ada teman yang berwibawa tapi penyampaiannya lembut dan sabar, aku mudah luluh sama nasihatnya. Misalnya Mbak Virli.
 “Ibuk doain kamu jadi guru yang sejahtera bisa ngidupi anak-anakmu. Kalo libur bisa jenguk bapak ibukmu yang makin tua nanti,” itu dikatakan ibuk sejak aku masih SD.
Aku kagum sama teman-temanku yang mandiri.
Teman wanita yang milih resign lalu ikut suami. Di saat suami kerja, dia bisa mengurus anak di rumah mereka.
Teman wanita yang bekerja lalu menitipkan anak di day care, atau punya baby sitter, tapi tetap mencurahkan perhatian pada anak sepulang kerja. Ada air mata yang siap tumpah saat mereka pamitan berangkat kerja dan harus ninggalin anak. Tapi semua itu ditahan dengan senyum tabah, sambil mengingat bayangan masa depan anak.
Teman wanita yang dibawa suaminya keluar dari zona nyaman, dan dia setia menemani suami walau di tengah kesederhanaan fasilitas. Padahal sebelum nikah selama 25 tahun teman wanita ini nggak pernah tinggal di luar rumah. Ngga pernah pisah dari ortu, bisa dibilang anak mami. Namun, si suami yang asalnya  sama-sama di Cilacap milih ngajak istrinya tinggal berdua di Jeruklegi, sekitar 30 menit dari kota. Temanku belajar ngupas bawang, menghapal bumbu dapur dan belajar mengerjakan kerjaan rumah yang dulunya dikerjakan oleh asisten rumah tangga di rumah ortunya.
Itulah yang mendidik mereka menjadi orang tua tangguh yang siap membesarkan generasi muda yang berkualitas. Semoga kelak, kamipun mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.