Selasa, 15 Mei 2018

Mutasi



Akhir Januari 2017, aku ikut rombongan sekolah tempatku ngajar ke salah satu SMP Negeri di Kecamatan Gunungsindur. Rombongan pelepasan salah satu guru yang dapat penugasan jadi kepala sekolah baru di sana. Kecamatan Gunungsindur ini masih masuk wilayah Pemerintah Kabupaten Bogor. Lokasinya di bagian barat, perbatasan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.  Kabupaten Bogor itu luas banget, ada 40 kecamatan deh. Dulu sebelum aku ngajar di Cibinong (Kota Kabupatennya Kabupaten Bogor) aku nggak paham sama seluk beluk Bogor karena nggak pernah ke sini. Yang aku tau sih Bogor itu terkenal dengan kotanya, kota hujan. Ada kebon raya, rame, ada mall Botani, yach sebatas itu yang aku liat di tivi.


Nyampe sana aku tuh masih chattingan sama temen baruku, si Mas Ajib. Dia masih jadi temen bulan itu.
“Oh kamu lagi di Gunungsindur toh. Deket tuh ama kantorku di Serpong.”

Trus pas aku masuk ke sekolah itu, SMP 2, aku ngerasa seneng banget. Aku dapet chemistry sejak pertama kali ngeliat sekolah ini. Suasananya agak di pedesaan, orang-orangnya relatif ramah dan pokoknya bikin aku suka. Sempat sih terlintas di pikiranku…asik deh kalo ngajarnya di sini hehehe.

Pas menjelang akhir tahun 2017, Mas Ajib dan aku nikah. Di situlah kami mikir jalan tengah terbaik harus gimana. Kondisi kerja yang jaraknya 2 jam gini jelas nggak efektif. Oke lah di luar sana banyak sekali pasangan yang tinggal berjauhan setelah nikah. Ada yang sampai 10-20 tahun! Tapi kalo bisa aku bisa ngusahain mutasi segera kenapa enggak?
Soalnya posisi suami lebih sulit untuk mutasi ke Cibinong.

Apalagi aku ngerantau sendirian ke Cibinong, tinggal ngekos. Ortu di Cilacap Kota, itu jauhhhh. Rumah mertua di Jakarta, dan tiap harinya Masku PP kerja Jakarta-Serpong (Tangerang Selatan).
 Sebelumnya aku sempet ada salah prosedur ngurus pindah dan mulai lagi dari awal prosesnya….

Awalnya aku ngincar sekolahan di Gunungsindur yang peluang mutasinya lebih gede karena belom ada Guru BK PNS sama sekali. Tapi karena suatu hal, jadinya balik lagi ke SMP 2. Hehehe. Alhamdulilah sekarang surat mutasinya udah keluar. Jawaban dari doaku.

Ibu Kepala Sekolahku bijak banget dengan ngijinin aku pindah walaupun belum ada pengganti. 1,3,5,bertahun-tahun mendatang aku mengingat ibu kepala sebagai orang yang mendukung bersatunya keluarga dalam satu bangunan bernama rumah. Dan dalam prosesnya nggak ada kesulitan yang berarti, lancar-lancar aja.
Dengan jarak kantor aku dan suami yang bakal deketan, kami bahagia nantinya bisa tinggal serumah dan kantornya jadi deketan.



Akupun nggak nyangka sekolah  yang jadi chemistryku pada pandangan pertama bisa ‘kudapetin’ walaupun di babak hidupku yang selanjutnya. Bagi orang yang 100% ngandelin logika,  kurasa akan bilang ‘lebay’ sama kisahku. Tapi aku percaya kok, chemistry & feeling itu terkadang isyarat Tuhan. Aku nggak pernah tau jalan hidup karena Allah yang merancang skenarionya. Semua berasa kebetulan buat aku. Yang aku bisa aku berusaha ngejalanin amanah yang diberikan Allah sebelumnya dengan sebaik-baiknya, yaitu ngejalanin tugas sebagai CPNS-PNS guru di sekolah penugasan pertamaku.

Jelas ada sisi lebih kurang dari sekolah lama dan sekolah baruku kelak. Sekolah baruku, emang lebih sederhana, tapi aku yakin aku bisa lebih bahagia. Sekolah lamaku, banyak ngasih aku pelajaran hidup. Diantaranya bikin aku jadi lebih tegar, dewasa, belajar ngadepin aneka problem dan lebih tau gimana harus bersikap. Beruntungnya aku (pernah) di Cibinong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.