Selasa, 28 Agustus 2018

Mengenal Baby Led Weaning Pada Bayi


Baby Led Weaning


Diberi anugrah berupa kehadiran buah hati merupakan karunia tak terkira bagi orang tua. Bagi ayah dan ibu, penting untuk mengetahui tahap perkembangan bayi. Baby Led Weaning (BLW) adalah sebuah metode yang memberikan kebebasan bagi bayi untuk mengonsumsi makanannya sendiri. Metode ini banyak dikenal di kalangan ibu-ibu yang bertujuan melatih anaknya mandiri. Pada usia 6 bulan pertama, makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Kecuali, jika bayi mengalami kondisi tertentu yang mengharuskan orang tuanya member campuran sufor. Setelah usianya 6 bulan, bayi mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Pada awal-awal pemberian MPASI, peranan orang tua dalam menyuapi anak makan adalah hal yang perlu dilakukan.


Tidak mudah menerapkan baby led weaning pada bayi. Adanya rasa cemas dan perhatian pada anak membuat sebagian ibu tidak tega membiarkan anaknya makan sendiri dan memilih untuk tetap menyuapinya walaupun di usia tertentu si anak sudah bisa makan sendiri. Apalagi bagi ibu baru yang masih minim pengalaman dalam hal mengurus anak. Diperlukan pengetahuan dan berlatih agar terampil mengasuh bayinya.
Baby led weaning (BLW) bertujuan agar bayi bersemangat mengonsumsi makanan sehat. Finger food atau makanan yang bisa diraih si bayi dengan tangan, merupakan jenis makanan yang biasa digunakan dalam BLW. Diharapkan si bayi mampu memilih jenis makanan yang diinginkannya dan mengunyah sendiri ke dalam mulutnya.

Bagi orang tua yang ingin menerapkan BLW pada anak, pastikan jenis makanannya sehat dan mudah ditelan. Tidak ada salahnya jika orang tua menyediakan stok berupa alternatif makanan yang lezat dan bergizi. Misalnya pisang  yang sudah dipotong kecil-kecil. Melihat si kecil makan merupakan hiburan bagi keluarga di sekelilingnya karena terlihat lucu dan menggemaskan. Menyediakan pilihan yang beragam  seperti biscuit, kue, sayur, buah, akan memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan anak. Sebab, sejak usia dini dia dibiaakan tidak pilih-pilih makanan dan orang tua tidak menerapkan metode memaksa yang membuat si kecil tidak nyaman mengonsumsi makanan tertentu. Hal ini bisa berdampak hingga ia tumbuh besar nanti tidak menjadi picky eater atau memilih-milih makanan.

Pemberian MPASI memang dilakukan secara bertahap sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru menerapkan BLW. Dalam menerapkan BLW, jangan lupa untuk tetap mempertahankan pemberian ASI eksklusif agar kekebalan tubuh anak tetap terjaga. Pilih timing yang tepat untuk menerapkan BLW, yaitu tidak pada saat ia benar-benar kelaparan. Sebab, bisa jadi si kecil merasa terpaksa atau mengamuk karena menganggap makanan tidak sesuai dengan selera yang sedang diinginkannya.

BLW ini diperkenalkan oleh Gill Rapley sekitar 10-15 tahun yang lalu. Kata ‘weaning’  memiliki arti pemberian makanan padat di samping ASI atau sufornya. Berikan si kecil stimulasi secara bertahap agar perlahan-lahan ia bisa menentukan kapan ia ingin makan dan mampu mengenali tekstur, rasa, jenis makanan. Orang tua juga perlu mengontrol dan mengawasi proses BLW. Beberapa resiko yang harus siap ditangani orang tua dalam penerapan BLW adalah:

1.Resiko bayi tersedak. Untuk meminimalisir hal ini, lakukan BLW saat kemampuan motorik bayi dan organ pencernaannya sudah berkembang bagus. Yaitu sekitar usia 8-12 bulan.
2.Makanan yang diberikan wajib mengandung nilai gizi tinggi, tidak hanya berupa makanan yang dikukus saja. Jika protein hewani tidak memungkinkan untuk digenggam sendiri oleh tangan anak, maka perlu diselingin dengan cara disuapi oleh orang tuanya.
3. Tempatkan pada baby chair dan seringlah memberi contoh yang mudah ditiru misalnya bagaimana memasukkan sendok ke mulut.
4. Jangan memaksa anak untuk tetap makan jika ia menolak. Biarkan beberapa saat dan hibur anak,  kemudian ulangi lagi untuk membujuknya.
Pada saat proses BLW berlangsung, hasil yang terbaik adalah tidak ada gangguan seperti memainkan gadget. Setelah anak terbiasa, maka pemberian finger food atau makanan padat dalam BLW akan memberikan manfaat lain. Yaitu membuat pertumbuhan lengkung giginya menjadi lebih optimal.

Sumber gambar: https://www.generasimaju.co.id/motherhood-stages/artikel/resep-mpasi-ala-sgm-bubur-biskuit-alpukat

1 komentar:

  1. Ini nih hak yg paling sulit saat anak mulai MPASI. Memang seringkali enggak sabar waktu menemani anak makan sendiri. Tfs mbak.

    BalasHapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.