Laman

Kamis, 13 Desember 2018

Tips Membeli Rumah Pertama



Membeli rumah tidaklah semudah yang dibayangkan, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali membeli. Selain memang harus menyiapkan dana yang cukup besar, Anda pun dituntut untuk mengikuti rangkaian proses panjang yang cukup melelahkan seperti survei rumah, menawar harga hingga mengurus sertifikat.


Untuk itu sebelum membeli rumah, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu mengetahui cara atau tahapan membeli rumah yang benar. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membeli rumah.   

Kondisi keuangan Anda
Sebelum membeli rumah, sebaiknya ketahui dahulu bagaimana skema pembayaran rumah, pada dasarnya ada beberapa tahapan proses pembayaran yang harus dilakukan yang pertama adalah pembayaran NUP (Nomor Urut Pemesanan), kemudian uang muka atau down payment, dan cicilan angsuran rumah (jika menggunakan KPR).       

Untuk besaran uang muka biasanya ditentukan oleh pengembang, ada pengembang yang tidak memberikan uang muka alias (0%) namun membesarkan uang cicilan, tetapi ada juga pengembang yang memberikan batasan uang DP hingga 20%.

Namun jika Anda membeli rumah dijual bukan dari developer, seperti misalnya dari pasar sekunder, pihak penjual rumah yang nantinya akan menentukan besarnya biaya uang tanda jadi yang dibebankan pada Anda.

Kemudian untuk biaya angsuran, besarnya angsuran tidak akan melebihi sepertiga pendapatan Anda atau gabungan penghasilan Anda dan pasangan Anda. Jadi biaya angsuran yang akan rutin Anda bayarkan tidak akan membebani Anda.

Cari informasi seputar harga rumah yang ingin dibeli
Ada dua cara untuk mengetahui harga rumah. Cara yang pertama yaitu dengan cara survei penilaian aset properti agar Anda dapat menentukan harga jual properti yang Anda inginkan, Cara yang kedua yaitu dengan melalui legalitas dokumen seperti Sertifikat Tanah, Sertifikat IMB, Surat Kuasa Jual, Surat Warisan, dan lain-lain. Pihak bank kemudian akan menentukan kelayakan properti untuk selanjutnya dilakukan proses akad kredit. Proses akan terus berlanjut jika dokumen-dokumen penting telah lengkap.

Periksa kelengkapan legalitas
Jika Anda membeli rumah bekas, jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan legalitas yang dimiliki oleh penjual seperti PBB, IMB atau sertifikat tanah. Jika legalitas yang dimiliki penjual tidak lengkap, Anda bisa memanfaatkannya untuk menawar harga rumah. Dan jangan lupa untuk memeriksa keaslian sertifikat tanah di kantor Badan Pertanahan Nasional.  

Wajib analisa resiko kredit
Pihak bank akan menganalisis kredit untuk menentukan besarnya angsuran yang wajib Anda bayarkan setiap bulannya. Anda juga akan menjalani sesi wawancara. Kroscek pun akan dilakukan oleh bank ke Bank Indonesia apakah Anda termasuk pihak yang masuk ke dalam Blacklist Bank Indonesia atau tidak.

Pengambilan kredit
Jika bank tidak menemukan masalah apapun soal hutang atau tagihan lain, bank kemudian akan mengizinkan Anda untuk mengambil kredit pemilikan rumah. Setelah akad kredit sudah terpenuhi dan angsuran sudah Anda lunasi, pastikan Anda mendapat Surat Pelunasan Utang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti dari pihak Bank.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.