Kamis, 15 Agustus 2019

Dari Seorang Bunda untuk Anaknya




Dear anakku.
Ini foto bundamu bulan Juli 2019 bersama beberapa muridnya di SMP. Jika kelak kamu seusia mereka dan bertanya:
“Bunda, kenapa nggak punya waktu 24 jam untukku? Nggak seperti ibunya temanku…”
Ketahuilah anakku.
Dulu bunda nggak pernah punya cita-cita jadi guru. Ini malah cita-cita eyang putrimu, ibunya bunda. Tapi, jalan hidup Bunda yang menuntun bunda ke sini. Bunda memang tidak 24 jam membersamaimu, tapi hati dan doa Bunda selalu. Bunda jadi guru, nggak hanya sekedar dapat gaji. Melainkan amal jariyah juga karena menebar ilmu yang bermanfaat. Bukankah itu bisa jadi salah satu penolong Bunda ke surga karena Insya Allah pahalanya tak terputus, selain doa anak Bunda yang soleh/solehah?
Nak.
Pada akhirnya semua itu pilihan. Ibunya temanmu yang full time di rumah atau Bundamu yang kerja. Pasti setiap ibu punya cara masing-masing untuk memenuhi kewajiban dan haknya. Setiap pilihan itu baik, tergantung karakter orang yang memilih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.