Rabu, 25 Maret 2020

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI PELATIHAN MERANCANG PORTOFOLIO KARYA SISWA



LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI
PELATIHAN MERANCANG PORTOFOLIO KARYA SISWA
Ditulis oleh Nur Fajrina, S.Pd

1.      Waktu dan Tempat Diklat Serta Instansi Penyelenggara Kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari/tanggal: Minggu, 23 Februari 2020
Bertempat di Aula Gedung 1 Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor
Instansi penyelenggara : PIPP (Pendidik Indonesia Pelopor Perubahan) dengan narasumber:
DR. Indra Charismiadji
2.    Jenis kegiatan
” Pelatihan Merancang Portofolio Karya Siswa

3.    Tujuan Pengembangan   Diri
Diadakannya  ” Pelatihan Menjadi Guru Generasi Milenial”diharapkan:
1.      Peserta dapat memahami Tantangan Impian Indonesia Emas 2045
2.      Peserta dapat memahami revisi taksonomi bloom
4.      Peserta dapat mengembangkan pola pikir yang merdeka berorientasi HOTS
5.      Peserta dapat menerapkan implementasi Pendidikan digital
6.      Peserta dapat memaknai redefinisi pembelajaran
7.      Peserta dapat mengaplikasikan framework pendidikan STEAM
8.    Peserta dapat menciptakan konsep Merdeka Belajar” di sekolah
9.    Peserta dapat menggunakan evaluasi berbentuk portofolio untuk siswa

            4. Uraian Materi Pengembangan Diri
                   Materi 1 : Tantangan Impian Indonesia Emas 2045
Indonesia Emas 2045 adalah impian para generasi muda di Indonesia untuk membentuk negara dan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa lainny, serta bisa menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Tanah Air, seperti korupsi dan kemiskinan.
Indonesia emas diprediksi akan terjadi pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tahun 2045. Untuk menjadikan Indonesia emas, ada beberapa faktor yang memengaruhinya yaitu kualitas sumber daya manusia, terutama pemuda Indonesia. Pemuda Indonesia memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa yang bisa menjadi pemimpin Indonesia dan bisa mengambil keputusan yang tepat demi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan negara Indonesia.

 Materi 2 : Revisi Taksonomi Bloom
Taksonomi Bloom baru versi Kreathwohl pada ranah kognitif terdiri dari enam level: remembering (mengingat), understanding (memahami), applying (menerapkan), analyzing (menganalisis, mengurai), evaluating (menilai) dan creating (mencipta). Revisi Krathwohl ini sering digunakan dalam merumuskan tujuan belajar yang sering kita kenal dengan istilah C1 sampai dengan C6.

Materi 3 : Kondisi Pikiran yang Merdeka: LOTs atau HOTs
Tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order Thinking Skills, sedangkan tiga level berikutnya Higher Order Thinking Skill. Jadi, dalam menginterpretasikan piramida di atas, secara logika adalah sebagai berikut:
– Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya terlebih dahulu
– Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu
– Sebelum kita menganalisa maka kita harus menerapkannya dulu
– Sebelum kita mengevaluasi maka kita harus menganalisa dulu
– Sebelum kita berkreasi atau menciptakan sesuatu, maka kita harus mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi.

Materi 4: Keterampilan Abad 21
Kehidupan abad 21 menuntut adanya keterampilan peserta didik untuk siap menghadapi tantangan yang ada.
Keterampilan tersebut diistilahkan dengan 4 C, yang merupakan singkatan dari Critical Thinking atau berpikir kritis, Collaboration atau kemampuan bekerja sama dengan baik, Communication atau kemampuan berkomunikasi, dan Creativity atau kreatifitas.

Materi 5: Implementasi Pendidikan Digital
Konsep merdeka belajar dalam pendidikan di era digital dapat diartikan bahwa semua proses pendidikan memerlukan komitmen dalam peningkatan investasi di pengembangan digital skill di dunia pendidikan, selalu mencoba menerapkan prototype teknologi terbaru dalam mempermudah proses pembelajaran di dunia pendidikan, dan menggali berbagai bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan.

Materi 6: Redefinisi Pembelajaran
Pembahasan mengenai penerapan konsep pembelajaran yang terpadu, menstimulasi siswa aktif, modern dan mengikuti perkembangan jaman tanpa mengekang guru dengan segudang beban tambahan.

Materi 7: Framework Pendidikan STEAM
STEAM adalah singkatan untuk Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics, merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang menggunakan kelima ilmu di atas (pengetahuan, teknologi, teknik, seni dan matematika) secara komprehensif sebagai pola pemecahan masalah. Hasil akhir yang diharapkan dari penerapan metode STEAM adalah siswa yang mengambil risiko serius, terlibat dalam pembelajaran pengalaman, bertahan dalam pemecahan masalah, merangkul kolaborasi, dan bekerja melalui proses kreatif.

Materi 8 : Konsep Merdeka Belajar
Merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi peserta didik maupun pendidik. Merdeka berarti bernilai kuat, kemandirian dan hasil gemilang, sedangkan belajar berarti upaya dan pengalaman hidup. Merdeka belajar di sini dapat diartikan sebuah program/kegiatan/aktivitas yang membutuhkan komitmen, pengalaman langsung dan kemampuan tepat guna sehingga menghasilkan perubahan perilaku positif, baik bagi peserta didik maupun pendidik.

Materi 9 : Evaluasi Berbentuk Portofolio
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian siswa (anecdot) mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru.

5.  Tindak Lanjut Pengembangan Diri
Tindak lanjut dari Pelatihan “Pelatihan Merancang Portofolio Karya Siswaadalah sebagai berikut:
1.      Memotivasi peserta untuk bisa berpikir maju untuk menyiapkan siswa dimasa depan.
2.      Memotivasi peserta untuk dapat melatih siswa dalam mempersiapkan portofolio mereka sebagai salah satu bentuk penilaian.
3.      Merencanakan tindak lanjut agar materi yang telah disampaikan oleh narasumber bisa diterapkan di sekolah agar kegiatan pembelajaran bisa lebih menyenangkan.

6.   Dampak Pengembangan Diri
                  Dampak dari hasil pengembangan diri ini, diantaranya :
1.      Peserta mampu melakukan penilaian portofolio pada siswa
2.      Peserta mampu membimbing siswa menyusun portofolio mereka
3.      Peserta mampu menjadi pribadi yang profesional sesuai dengan perannya.
4.      Meningkatnya profesionalitas guru dengan penerapan konsep “Merdeka Belajar”

Note For Myself
Aku nyicil bikin laporan pengembangan diri buat kenaikan pangkat yang masih 2021.
Sekarang tiap diklat atau pelatihan yang ada jumlah jamnya mau aku bikin laporan
pengembangan diri. Simpan di laptop dan blog deehh biar kapan-kapan dibutuhin nyarinya gampang. Pelatihan yang aku ikuti di atas berbayar HTM 100 ribu. Sebelum pelatihan tatap muka dari jam 8 pagi sampai 3 sore dimulai, beberapa waktu sebelumnya peserta sudah diberi 6 penugasan kelompok via grup. Kelompok kami dapat hadiah 2 buku karena mengerjakannya oke. Sampai rumah di-unboxing ala-ala sama anakku hehehey...
Dokumentasi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.