Selasa, 24 Maret 2020

Seminar Online: Menjaga Hubungan Baik antara Guru dengan Orang Tua dan Siswa


(Tidak semua materi seminar online saya simpan di blog, karena sesempatnya aja dan yang menurut saya menarik :D)

Santi Pitajeng:
Selamat malam bapak ibu Grup Guru melek Parenting

Semoga kita diberi kesehatan yang luar biasa sehingga kita bisa terbebas dan dapat melewati situasi seperti saat ini.

Baiklah saat ini saya akan mengusung tema “ Menjaga Hubungan baik antara guru dengan orang tua dan siswa” yang dapat kita sharingkan pada malam ini.

Sebagaimana profesi kita di grup ini adalah sebagian besar adalah guru maka lingkungan keseharian kita di sekolah tidak jauh dari siswa. Kita sebagai guru kadang kurang memikirkan atau memperhatikan siswa secara personal karena bagi kita mungkin ada yang mengganggap hal ini tidak penting.

Atau kita terlalu larut dengan kesibukan tugas lain kita selain mengajar atau mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengajar

Maksud dari menjaga hubungan baik antara guru dan siswa bertujuan untuk membangun dan membina dengan baik hubungan antara guru dengan siswa, sehingga proses belajar-mengajar akan menjadi lebih mudah dilakukan. Hubungan antara guru dan siswa yang baik memungkinkan guru untuk lebih mudah memanajemen kelas, mengurangi tingkat stres siswa, menjadikan siswa merasa dihargai dan diapresiasi serta dapat membantu menjaga atau meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Syaripah Aisyah:
Untuk memikirkan secara personal mungkin perlu waktu banyak ,sedangkan kita hrs memperhatikan tidak satu orang tp banyak murid.

Santi Pitajeng:
Berikut ada 5 hal yang yang bisa kita terapkan sebagai guru untuk dapat membangun hubungan yang baik dengan siswa.

1. Menjadi guru yang disenangi

Kalau kita mengingat kembali waktu dulu saat kita sedang sekolah, ada salah seorang guru tentunya adalah guru yang sangat kita sukai dan idolakan. Efek yang dihasilkan sangat berpengaruh baik terhadap pembelajaran kita dengan guru idola kita. Pastinya, karakternya yang menyenangkan kita, membantu kita untuk lebih mudah belajar dengannya.

Guru yang tidak disenangi siswa, tidak akan diterima dengan baik oleh siswa, sebaliknya, guru yang disukai, akan mendapatkan kemudahan-kemudahan saat berada di dalam kelasnya. Banyak cara untuk dapat menjadi guru yang menyenangkan dan dicintai oleh siswa.

2. Menjadi pendengar
Setiap siswa ingin didengarkan, baik berhubungan dengan keluhan maupun kebahagiaan. Sesekali, luangkan waktu kita untuk mendengarkan mereka. Kita akan terkejut dan tak menyangka, bahwa dengan mendengarkan siswa-siswa anda hanya sekitar 5 menit sampai 10 menit saat kita mengajar, hal ini akan membuat hubungan guru dan siswa akan meningkat ke arah yang positif.

Dalam mendengarkan siswa, kadang-kadang kita juga akan mendapatkan masukan-masukan berharga dari mereka, baik dalam hal pembelajaran yang kita laksanakan maupun hal-hal lain yang sifatnya lebih umum, contohnya fenoma yang sekarang masih heboh seperti tik tok, bahasa gaul siswa. Ini bisa berpengaruh baik, bahwasanya siswa menganggap kita dapat mengikuti perkembangan jaman.

3. Menjaga komunikasi yang baik
Ketika siswa mendapat masalah, ataupun bahkan tak ada masalah, luangkanlah waktu kita untuk duduk bersama siswa. Ini bisa dilakukan pada saat jam-jam istirahat atau saat-saat santai lainnya. Jika kita seorang wali kelas, maka ini harusnya menjadi sebuah kewajiban. Berbicara dengan siswa dapat mencairkan suasana dan hari-hari mereka. Bisa jadi, saat kita berbicara dengan siswa, kita telah membantu membuat hari-hari mereka di sekolah menjadi lebih menyenangkan.

Afni Zahara:
Jadilah guru yg mengikuti zamannya anak2 didik kita... Tp tetap msh dlm koridor yg baik.

Santi Pitajeng:
Contohnya: duduklah di dekat siswa-siswa di sebuah bangku saat istirahat. Tanyakan hal-hal remeh seperti, “Tadi belajar apa?”, “Jajan di warung mana tadi?”, “Lagi baca buku apa itu, kok kelihatannya menarik sekali?”, dan sebagainya.  Walaupun pertanyaannya sederhana tapi ternyata bagi siswa ini sangat berarti.

4. Mengapresiasi siswa
Setiap siswa itu unik. Seringkali di sekolah atau di kelas, mereka melakukan hal-hal tertentu yang berbeda dari siswa lainnya. Beberapa guru yang tidak memahami malah akan menganggap siswa melakukan hal-hal yang kurang positif atau tidak bermanfaat sama sekali. Kita harusnya jangan demikian.

Segala perilaku dan tindakan yang siswa lakukan perlu diapresiasi walaupun jika dipandang dari segi kemanfaatannya sangat kecil. Perlu dijaga agar siswa tidak kehilangan muka karena mencoba sesuatu yang berbeda dan kadang dianggap remeh oleh kawan-kawannya atau guru lain.

jikapun mereka melakukan tindakan atau perilaku negatif, hargai mereka dengan menanyakan mengapa mereka melakukan itu, tanpa disaksikan siswa-siswa lainnya yang mungkin dapat membuat malu mereka dan kehilangan kepercayaan diri. Ketika mereka melakukan hal-hal yang baik, pujilah mereka dengan tulus, bahkan untuk hal-hal yang sangat sederhana.

Misalnya, ketika seorang siswa membuang sampah dengan baik pada tempat yang disediakan (walaupun ini sudah seharusnya dan merupakan perilaku positif yang lumrah), ucapkanlah kata-kata seperti, “Sip, itu bagus nak. Perilaku ini kalau dimiliki semua orang, pasti bikin sekolah kita menjadi semakin rapi dan bersih. Nyaman dipandang.”

Dengan pendekatan bun, siswa diberi pengertian yang baik

5. Mengenal kepribadian siswa
Setiap siswa mempunyai kepribadian yang berbeda. Mereka datang dari keluarga yang berbeda. Mereka punya kemampuan dan potensi yang berbeda. Kenalilah setiap siswa kita lebih jauh. Ini akan membantu kita dalam membina hubungan dengan setiap siswa-siswa kita.

Tetapkan target kita pada siswa-siswa kita dalam suatu rentang waktu tertentu (misalnya 1 bulan) untuk mengenali secara mendalam setiap kita yang ada di kelas kita. Kita dapat meminta mereka menuliskan biodata singkat dengan dilengkapi deskripsi diri secara bebas.

Mengenali siswa akan membuat kita mendapatkan ide-ide khusus untuk setiap anak dalam membina hubungan guru dan siswa. Tentu juga dengan mendengarkan, berbicara, dan cara-cara lainnya yang mudah dan dapat kita lakukan.

Ide ini bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan baik itu cerpen atau tulisan opini kita , sesuai versi kita sendiri dalam pengembangannya

Uraian diatas merupakan menjaga hubungan baik kita dengan siswa, lalu bagaimana kita sebagai guru menjaga hubungan yang baik dengan orang tua siswa? Kebanyakan orang tua jarang sekali ke sekolah untuk sekedar mengantar anakanya karena kesibukan kerja sehingga meluangkan waktu ke sekolah agak susah. Sekarang ini banyak pemanfaatan aplikasi jaringan menjadi penghubung antara guru dan orang tua. Dengan adanya teknologi ini memudahkan guru dan orang tua sebagai jembatan komunikasi seperti yang kebanyakan dibangun yaitu lewat Whattsapp (WA). Dengan dibentuknya grup WA ini menjadi penghubung komunikasi kegiatan pembelajaran, aktifitas anak di sekolah atau di rumah dan pemberitahuan-pemberitahuan yang harus disampaikan pada orang tua yang berhubungan dengan kegiatan di sekolah.

Pada hakekatnya antara guru dan ortu mempunyai tujuan dan peran serta yang sama dalam pendidikan, yaitu mengasuh, mendidik, membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa yang memperoleh kebahagiaan  hidupnya.

Sangat penting hubungan kerjasama antara guru dan orang_tua peserta didik. Hal ini apabila tidak tercapai dengan baik akan berimplikasi pada kemunduran kualitas proses belajar mengajar dan tentunya akan menurunya mutu pendidikan, dan pada khususnya akan menghambat prestasi belajar peserta didik.

Karena itu, perlu kiranya langkah-langkah yang dapat mendukung terlaksananya peningkatan aktivitas belajar dari peserta didik yang dilakukan oleh orangtua, guru keduanya dalam hubungan kerja sama saling membantu dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik tersebut.

Walaupun, terdapat kendala yang dihadapi yang tentunya tidak sedikit, tetapi dengan tujuan yang jelas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pendidikan oleh orangtua dirumah atau di keluarga, dan guru dilingkungan sekolah maka hubungan tersebut dapat diwujudkan.

Untuk menciptakan hubungan antara orang tua dan guru dapat dilakukan dengan cara: Pertama, Adanya Kunjungan ke rumah peserta didik. 
Hal ini biasanya dilakukan oleh wali kelas atau guru bimbingan konseling. Pelaksanaan kunjungan ke rumah peserta didik memiliki dampak positif diantaranya, dengan adanya kunjungan tersebut akan melahirkan perasaan pada pe¬serta didik bahwa gurunya selalu memperhatikannya dan mengawasinya.

Kemudian kun¬jungan ter¬sebut juga dapat mem¬be¬ri¬kan kesempatan bagi guru untuk dapat melihat secara lang¬sung tentang kondisi anak diling¬kungan keluarga, latar be-lakang kehidupnya, dan ten¬tang masalah-masalah yang dihadapinya dalam keluarga sekaligus dapat mengobservasi langsung cara anak didik belajar. Dalam kunjungan tersebut, guru juga memiliki kesempatan untuk memberikan penerangan kepada orangtua anak didik tentang pendidikan yang baik, cara-cara menghadapi masalah yang sedang dialami anaknya. Dengan adanya kunjugan guru ke rumah peserta didik tersebut dimungkinkan hubungan antara orangtua dengan guru akan bertambah erat. Kunjungan juga dapat memberikan motivasi kepada orangtua peserta didik untuk lebih terbuka dan dapat bekerjasama dalam upaya memajukan pendidikan anaknya. Selain itu pula, guru juga memiliki kesempatan untuk mengadakan diskusi ringan dengan orang tua terkait dengan keadaan yang ingin diketahui dan mencarui solusi bersama tentang bagaimana meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Kedua, Orangtua diundang ke sekolah. 
Hal ini dapat dilakukan apabila sekolah membuat suatu kegiatan yang memungkinkan untuk menghadirkan orangtua, misalnya sekolah mengundang orang tua untuk rapat terkait masalah peserta didik, dan dapat juga sekolah mengundang orangtua dalam rangka pembagian raport/naik-naikan kelas. Dan guru juga dapat mengundang orang tua secara khusus kepada siswa yang bermasalah atau melakukan pelanggaran di lingkungan sekolah untuk mencari solusi bersama.

Ketiga, Mengadakan surat menyurat antara sekolah dan keluarga. 
Surat menyurat di¬perlukan terutama pada waktu-waktu yang sangat diperlukan untuk perbaikan pendidikan peserta didik. Seperti surat peringatan dari guru kepada orangtua jika anaknya perlu lebih giat untuk belajar di rumah, sering membolos, sering berbuat keributan dan sebagainya. Hal ini diperlukan agar orang tua mendapat laporan dari guru terkait masalah perkembangan aktifitas belajar anak di lingkungan sekolah.

Keempat,  Adanya laporan hasil belajar peserta didik. 
Laporan hasil belajar ini biasanya disebut raport, yang biasanya diberikan setiap sebulan sekali atau enam bulan sekali (setiap semester) kepada peserta didik, yang digunakan tujuanya untuk memberikan laporan kepada orangtua akan perkembangan prestasi belajar peserta didik dan dapat juga dipakai sebagai penghubung antara sekolah dengan orangtua.
yang sudah dapat diraihnya.

Iya ngulik kebiasaan siswa di rumah, guru jg memberi laporan kegiatan belajarnya di sekolah

Moment ini yang saya gunakan buat memberi info dan bahkan pembinaan pula untuk ortu selain anaknya 😊 karena jarang-jarang sekali komunikasi , grup WA ortu aja tidak punya

Dengan adanya raport tersebut, sekolah dapat memberi surat peringatan atau meminta bantuan orangtua bila hasil raport anaknya kurang baik atau sebaliknya jika anaknya mempunyai keistimewaan dalam suatu mata pelajaran, agar dapat lebih giat mengembangkan bakatnya atau minimal mampu mempertahankan apa yang sudah dapat diraihnya.

Jadi hubungan baik antara sekolah dan orang tua itu harus tetap terjaga dengan baik. Toh  saat suatu keluarga memilih sebuah sekolah, artinya mereka telah setuju dan percaya dengan gagasan mengajar di sekolah tersebut, menyetujui bahwa guru mengikuti gagasan yang sama, dan bahwa guru mewakili sekolah untuk berkomunikasi dengan orang tua.

Iya, tiap kelas harus mempunyai loker HP yang dibuatkan oleh orang tua siswa (hasil pendekatan parenting) yang menunjang pembelajaran

Santi Pitajeng:
Inti materi pada malam ini, saya bagi menjadi 3 yaitu:
1. Menjaga hubungan baik antara guru dengan siswa
2. Menjaga hubungan baik antara guru dengan orang tua
3. Menjaga hubungan baik antara guru dengan orang tua dan siswa
Jika sekolah, orang tua dan siswa bisa membentuk hubungan yang sehat dan positif, maka anak akan mendapatkan lebih banyak bantuan, akan mempunyai kehidupan sekolah yang menyenangkan, dan mempunyai hubungan yang akrab dengan orang tua mereka.

Demikian bapak ibu untuk pertemuan malam ini, mohon maaf jika ada salah-salah kata atau typo yang kurang berkenan. Terima kasih atas atensinya malam ini
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.