Senin, 20 September 2010

Nasib Kartu Lebaran yang (hampir) Punah


Memori kartu lebaran masih lekat bagi mereka yang mengenyam Lebaran tahun 1970-an, 1980-an, hingga tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an. Selama tiga dekade itu, banyak orang yang mengandalkan kartu lebaran untuk mengucapkan selamat lebaran dan saling meminta maaf. Kartu disiapkan saat puasa, dikirimkan lewat Kantor Pos, dan tiba pada hari-hari Lebaran.

Perjalanan panjang kartu lebaran dari pengirim, petugas pos, sampai penerima itu menimbulkan kenangan. Belum lagi wujud kartu lebaran itu sendiri yang bisa dikenang secara romantis.
Kilas balik , saya masih ingat ketika itu tahun 1995-2001. Jauh hari sebelum lebaran , saya dan orang tua membeli kartu-kartu lebaran untuk dikirimkan kepada kerabat-kerabat yang berada di penjuru daerah. 
Bukan hal mengherankan pula jika pada bulan ramadhan hingga sebulan setelah idul fitri , rumah kami kebanjiran kartu lebaran dan berbagai ucapan lebaran lain yang dikirim melalui pos maupun telegram. (Di atas tulisan ini adalah dokumentasi foto-foto kartu lebaran yang saya terima dulu). Bukan pemandangan yang baru pula , jika dulu kantor pos di kota saya penuh sesak dengan orang-orang yang mengirimkan kartu lebaran. Bahkan redaksi sebuah majalah yang biasa saya kirimi artikel, juga mengirimkan kartu lebaran saat itu . (Nice memory :-D )
Sebenarnya substansi halalbihalal tetap terpenuhi oleh SMS. Namun, kemudahan teknologi itu tak selalu dibarengi peningkatan kualitas komunikasi, bahkan malah mereduksi beberapa kekuatan kartu lebaran. Jika dengan kartu orang mementingkan visual, lewat pesan pendek orang senang bermain kata-kata. Fasilitas pengiriman yang cepat mendorong halalbihalal lewat pesan pendek lebih massal, bahkan sering mengulang-ulang saja, sehingga kerap kehilangan sentuhan personal.
Meski begitu, bagi mereka yang kreatif, SMS tetap dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pesan yang unik. Pengiriman ucapan lebaran melalui media elektronik maupun SMS ( sebagai pengganti kartu lebaran) ini juga sangat bermanfaat jika kita memiliki teman atau kerabat yang lokasinya sangat jauh misalnya di luar negeri.
*sedikit mengambil inforrmasi dari Kompas, Minggu, 12 Oktober 2008



Sabtu, 18 September 2010

Sate Klathak, Yummy!!!

Membaca sebuah artikel di kompas yang membahas tentang wisata kuliner sate klathak http://bit.ly/azi2Hc , saya jadi teringat saat kuliner makan sate klathak bersama teman-teman. Tepatnya  di daerah Pleret kabupaten Bantul, saat itu kami kuliner pada 23 Juli 2010.
Ciri khas lain dari sate ini selain dari bumbu dan cara pengolahannya , yaitu penyajiannya yang menggunakan tusuk sate dari jeruji sepeda. Cukup unik memang . Setiap porsi terdiri dari dua tusuk sate , nasi beserta minuman teh/jeruk. Kami mengeluarkan kocek yang cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa . Berempat cukup 50 ribu. Sate Klathak tidak berbeda jauh dengan sate kambing biasa , tapi nggak ada salahnya nih kalau para pecinta kuliner mencoba sate klathak :-p
Menurut penjualnya , sate ini dibuat hanya dengan bumbu garam tanpa ada bumbu-bumbu lainnya.Sate klathak menyajikan rasa daging kambing yang alami atau murni rasa daging karena hanya ditaburi garam sebagai penyedap rasa.  Sedangkan dari penyajiannya, sate klathak dihidangkan dengan nasi hangat serta kuah gulai kambing rasa pedas merica dan bumbu pedas sambal kecap.

Kamis, 03 Juni 2010

Seminar&Workshop Living Value Education (LVE)

Belum lama ini saya diundang untuk menghadiri seminar&workshop LVE di LemLit UNY. Tepatnya pada 29-30 Mei 2010 bertempat di Lembaga Penelitian UNY. Sebenarnya seminar dimulai jam 08.30 WIB , tetapi karena ada kesibukan lain maka saya baru bisa hadir pada pukul 11.00 WIB. Sebagai tamu undangan, tentu saja saya free tiket.
Secara keseluruhan , seminar Pengembangan Profesional dan Workshop yang menghadirkan pembicara Mr.Christ Drake ini bermuatan nilai-nilai pendidikan . Intinya mengenai penerapan nilai-nilai luhur dalam keseharian di sekolah , tentunya ditujukan bagi pendidik dan calon pendidik. Nilai-nilai yang dimaksud contohnya penghargaan , tanggung jawab , integritas , kedamaian , dll.


Pada hari pertama , kegiatan yang unik menurut saya adalah berlatih membuat kue dunia dari kertas. Jadi , peserta dibagi menjadi 5 kelompok . Kemudian , tiap kelompok diberi alat tulis , lem , spidol , ketas asturo warna-warni , kertas warna, folio aneka warna. Trus? Membuat kue dari bahan-bahan tersebut . Bahan-bahan diibaratkan sifat-sifat manusia yang diperlukan sebagai ‘adonan’ untuk menciptakan kedamaian dunia . Singkatnya , membentuk kue kertas! Seetelah itu , tiap kelompok diminta untuk presentasi. Kelompok saya membuat “Kue Inspirasi Dunia” yang bahan-bahannya antara lain ada kopi kebahagiaan , mangkuk kerjasama, sendok kebersamaan, taburan kasih sayang, dll.





Sedangkan hari kedua , trainer kembali membagi peserta menjadi lima kelompok dan setiap kelompok bermain drama sesuai jalan cerita yang telah dibagikan . Kelompok saya memainkan naskah bertema kerajaan . Kami membuat mahkota raja , pot bunga , bunga , terompet , dll sebagai piranti dan uniknya berasal dari kertas folio dan asturo aneka warna!
Tentu dong , seminar dan workshop ini sangat berguna bagi pendidik maupun calon pendidik karena... hmmm, bener-bener menambah inspirasi . Dalam acara ini , trainer nggak sekedar ngasih ilmu teori aja , tetapi mencoba berlatih untuk mengaplikasikannya . Nggak nyesel deh meluangkan waktu untuk ikut acara ini, meskipun pulangnya sore ! ^_^

Rabu, 06 Januari 2010

Catatan Bulan Desember 2009

Bulan terakhir di tahun 2009 berakhir sudah. Intinya 2009 going fastly. Suer deh... ga kerasa tiba-tiba sudah menginjak tahun 2010.
Saya flashback dikit.... :)

a. 5 Desember 2009
Saya ikut acara rekreasi KopMa (Koperasi Mahasiswa) UNY yang ditujukan untuk pengurus, karyawan dan orang-orang internal Kopma UNY. Tujuannya adalah Pantai Sundak dan Pantai Baron- DIY . Saya tertarik mengikuti acara ini karena kebetulan hari itu schedule saya kosong, trus gratis dan yang terpenting saya belum pernah ke pantai itu. Hehehe. Jujur deh , saya mual naik bis dalam perjalanan ke sana. Untungnya ga sampe muntah. Jalannya lika-liku belok-belok naik-turun. Jauh lagi. Sekitar 2,5 jam dengan rute jalan yang ga lurus. Pemandangan pantainya indah, dan ga lupa foto-foto di sana. Sayang banget, Cuma pake kamera Nokia 7610. So, hasil jepretan jauh dari bening!

b. 12 Desember 2009
Setelah persiapan sebulan lebih dikit, akhirnya hari ini Seminar Internasional Character Education dengan tema “ To Gain The National Aspirations by Means of Education” yang dimotori oleh Education Center-BEM REMA UNY diselenggarakan di Gedung KPLT Fakultas Teknik UNY. Acara ini diikuti hampir 300 peserta yang mayoritas adalah mahasiswa S1. Ada juga pelajar, guru, serta mahasiswa S2 dan S3. Hampir semua panitia standby di gedung itu sejak pukul 06.00-18.00 WIB . Kami menunjukkan tanggung jawab yang tinggi dong!
Acara berjalan dengan lancar meskipun bisa dibilang banyak hambatan yang muncul di luar kemauan kami. Meskipun begitu, acara ini bisa dibilang sukses lho. Bayangin deh, dalam satu bulan mampu menyiapkan sebuah seminar internasional ( meskipun konsep sebenarnya sudah dibangun sejak Juli 2009) apa ga keren tuh??? Pokoknya memuaskan. Salut buat kerja tim khususnya Mbak Ihat selaku ketua panitia dari acara ini.

c. 14-17 Desember 2009
Diadakan Jogja International Education Expo di Auditorium UNY. Jujur, memang hasilnya sangat-sangat jauh , jauh dari harapan. Padahal persiapan untuk acara ini hampir tiga bulan. Miskonsepsi banyak terjadi dan mungkin inilah penyebab terbesar pameran ini gagal menuai sukses. Sebagian besar persiapan tidak matang. Namun bagaimanapun, kami dari panitia dan trainer sudah berusaha sebaik mungkin meskipun pada kenyataan hasilnya tidak maksimal. Saya yakin kok, di balik kegagalan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Dari kasus ini misalnya, saya belajar mengenai arti sebuah keberanian. Jangan pernah menyesal jika merasa sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi carilah hikmah di balik semua itu . \(^_^)/

d. 19 Desember 2009
Saya jalan-jalan ke Kaliurang bersama teman-teman dekat. Sangat menyenangkan. Melepas penat dan tertawa bersama. Sorenya kami ke Galeria Mall sebentar dan maen games di sana sampai puas. Hahaha. What a colourful day!!

e. 21 Desember 2009
Jalan-jalan lagi sama temen-temen deket ke Alun-alun kidul yogyakarta.Maen games yang ada di sana...trus malemnya habis dinner kita rame-rame makan jagung bakar yang terkenal enak !

f. 23 Desember 2009
Lets sing the songs!! Karaokean selama dua jam. Seru dan lucu deh. Abisa itu baru makan deh , terus mereka nganterin aku ke Stasiun Lempuyangan dan nungguin sampe keretaku berangkat ( padahal aku ga minta ditungguin). Thanks coy!
Hmm dasar mahasiswa,kalo main ya saling pengertian.  bayarnya kan sendiri-sendiri. Maklum, kantong mahasiswa jadi istilah taktir-mentraktir pending dulu (hihihi). Atau gantian. Atau patungan.

g. 28 Desember 2009
Maen ma temen-temen ke Pasar Malem di Alun-alun Lor. Kami berasa menjelma jadi anak kecil, naek perahu Kora-kora dan komedi putar. Asik bisa teriak-teriak. HaHaHa. Baru deh abis itu dinner dan cerita-cerita ampe puas... Dan ga kerasa waktu udah menunjukkan pukul 22.00 WIB...


Ditulis oleh Ina R. , 2 januari 2010