Kamis, 11 Juli 2013

Santai di Alun-alun Kota Jogja



Banyak tempat menarik di Jogja dan sekitarnya yang biasa dikunjungi pada pagi hingga sore hari. Pada malam hari, pesona Jogja tampak dari nuansa dan tempat –tempat tongkrongannya. Misalnya kawasan Malioboro dan kedua alun-alun di Jogja yang sayang untuk dilewatkan jika anda sedang atau hendak berwisata ke Jogja. Apalagi lokasinya bisa dibilang searah dan cukup berdekatan. Alun-alun Lor (utara) dan Alun-alun Kidul (biasa disingkat Alkid, kidul artinya sebelah selatan) justru sepi kalau siang dan rame saat malam hari. Kalau mau lebih seru lagi, jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen saat pergi ke sana. Lumayan kan, bisa santai sambil update foto atau status hehehe *tetep aje*. Bawa krincingan dari tutup botol sprite atau Fanta untuk nyaingin pengamen juga boleh... #ups *jangan*.


Mitos Pohon di Alkid
Jadi ceritanya, pada penghujung tahun 2012 lalu kami sedang ngumpul di Jogja dalam rangka seremoninya Mas Gun dan kebetulan juga Mas Indra. Satu ritual yang harus dilaksanakan adalah jalan-jalan donk. Setelah 2 hari berturut-turut jadi turis domestik yang keliaran di Borobudur, Prambanan dan Parangtritis, malam itu kami memilih bersantai di alkid. Capek? Ya Pasti. Apalagi Uni Faiza dan Mas Budi yang gantian nyetir kesana-kemari. Capek tapi seneng. Buktinya, Mas Harry dan Uni Faiza masih semangat ngeluarin DSLR masing-masing untuk berfoto narsis.Karena kebanyakan kamera, akhirnya kamera saku milik saya dimusiumkan ke dalam saku.
Kereta lampu di alkid jogja, sekarang sudah ada juga di alun-alun kota lainnya
 Di sekitar alkid itu banyak kereta lampu warna-warni, ada juga sepeda untuk bertiga. Asyik tuh. Tinggal dipilih-dipilih-dipilih. Nggak gratis tentunya, tapi masih terjangkau kantong harganya. Sekitar 20.000-30.000 per-kereta. Trus bagi yang lapar, bisa duduk santai sambil makan di lesehan pinggir jalan yang tersedia. Mau di angkringan juga boleh. Saran saya, tanya dulu harga per-menunya yach. Jangan sampai karena keliatan ‘pendatang’, setelah makan dan giliran mau bayar aja, harganya dinaikin setinggi genteng rumah , eh langit.   Menunya cukup variatif, mulai dari nasi kucing, ayam bakar, ikan, dan lauk pauk lainnya. Nggak mau makanan berat? Yang cemilan ringan kayak tempura dan siomay juga ada. Tapi jangan gondok ya, sebab banyak pengamen yang terus berseliweran saat kita makan.
Dua Pohon Besar di Alun-alun kidul Jogja
 Pengunjung alkid makin bertambah rame kalau malam minggu. Di tengah-tengah alkid ini ada dua pohon beringin gede. Permainan yang paling seru di sini bukan  main petak umpet di balik pohon, melainkan main tutup mata dan berjalan lurus terus tanpa boleh diberi aba-aba sampai melewati diantara kedua pohon itu. Bisa nggak? Kalau lolos, mitosnya sih kalau nyebutin permintaan bakal dikabulkan. Menurut saya, itu sekedar mitos aja soalnya seorang kawan pernah lolos dan ampe sekarang permintaannya nggak kunjung dikabulkan. So, mending buat having fun aja ya! 
Main tutup mata di alkid Jogja
Kayak malam ini, Mas Budi nyobain tutup mata pakai kain item, trus badannya diputar tiga kali biar pusing dan pas jalan malah melenceng jauh ke arah pengunjung yang lagi duduk-duduk. Usilnya lagi, saya dan Mas Harry yang ngikut di sampingnya sengaja gak bilang kalo dia salah arah. Hahaha. Begitu Mas Budi membuka kain penutup mata, diapun sukses malu.

Wedang Ronde ala Alun-alun Lor
Entah siapa yang pertama ngusulin ide untuk minum wedang ronde, Mas Gun mengiyakan. Wedang ronde (kata ‘ronde’ beda sama ‘ronda’ di pos siskamling ya, hehe) ini adalah salah satu minuman khas Jawa yang banyak dijual dimana-mana. Kalau dalam bahasa Jawa, wedang artinya minuman. Sedangkan ronde itu bulatan-bulatan kecil yang terbuat dari tepung ketan/beras, isinya kacang merah yang sudah ditumbuk. Ronde, potongan roti tawar, kacang goreng dan kolang-kaling ini dimasukkan ke dalam mangkuk kecil yang berisi air jahe panas. Tapi Mas Gun menyarankan kami supaya nyarinya di tempat lain aja karena kalo di alkid rame banget.

Akhirnya Uni Faiza nyetir ke arah alun-alun lor yang cukup lengang. Yap, alkid itu lebih padat pengunjung daripada alun-alun lor. Biasanya kalo musim maulid nabi, alun-alun lor ini jadi tempat Pasar Sekaten. Kami berhenti di pinggir jalan begitu melihat penjual wedang ronde. Harganya murah meriah, cukup Rp.5000 semangkuk. Malam itu, kami ngobrol, duduk di atas tikar, sambil ditemani oleh mangkuk-mangkuk wedang ronde yang tersaji. Kalau anda berasal dari luar Jawa, saya sarankan untuk mencoba wedang ronde ini. Mungkin rasanya agak aneh di lidah bagi yang nggak terbiasa. Hal tersebut pernah dialami oleh beberapa teman saya yang berasal dari luar Jawa. Hahaha.
Ayo tebak, mana penjual dan yang mana pembelinya? Hehehe
Semangkuk Wedang Ronde, cukup Rp.5000 . Murah meriah!

Apalagi kalau malam hari atau udara dingin, wedang ronde cocok banget untuk menghangatkan tenggorokan. Saya akan berbaik hati mentraktir untuk 10 orang, tapi kapan-kapan deh kalau saya sudah dapat doorprize iPhone dari penjual wedang ronde.

22 komentar:

  1. anget-anget makan wedang ronde ya dinikmati malam hari

    BalasHapus
  2. Bener, wedang ronde itu nikmat di tengah malem..

    aduh lagi puasa, jadi pingin ronde di siang bolong.. hehehe

    BalasHapus
  3. Terakhir minum wedang ronde lesehan di alun2 masih 3500 harganya sekitar tahun 2011, sekarang udah naik ternyata, hik T,T

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo turun penjualnya rugi donk :-p

      Hapus
  4. wkt ke Jogja liburan kmrn, Keke oengen bgt nyobain jalan yg pohon itu tp gak kesampean :)

    BalasHapus
  5. Jadi mau pulang kampus, kalau baca tulisan ini, tapi paling top sih abis dari Alun-Alun langsung ke Angkringan :)

    BalasHapus
  6. Ini suasana yang asik banget, saya pernah berdua dengan suasa seperti ini di Jogja :D

    BalasHapus
  7. nyasar kesini, ditunggu nyasar baliknya, hehehehehe :D

    BalasHapus
  8. wedang rondenya menggoda...
    :)

    BalasHapus
  9. Bener tuh, ane pernah nyoba sendiri pas jalan diantara pohon besar itu. Ternyata, salah nylintung dari jalurnya.hehehhe

    BalasHapus
  10. Setelah seharian disibukan dengan berbagai aktivitas setelah itu menikmati indahnya malam di alun alun Jogja...
    Wah asik asik... Nice blog

    BalasHapus
  11. Belum pernah cobain wedang ronde :(
    pengen tahu aja rasanya kek gimana..

    BalasHapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.