Selasa, 14 Agustus 2012

Menjalani Ramadhan di Perantauan

Bulan ramadhan 2012 ini full saya jalani di tanah perantauan. Tentu nuansanya sangat berbeda dibanding ramadhan yang sudah-sudah.
Nggak ada istilah beli makanan sahur, buka di masjid, masak bareng ibuk, buber nongkrong keren halah gak ada. Kali ini, temanya kebersamaan dalam kesederhanaan. Masak bareng temen sekos. Oya, sekedar info, di sini masih menggunakan kompor minyak lho...karena harga minyak tanah murah meriah... 3500 rupiah per liter...
Alhamdulilah kos kedua saya ini dekat dengan musolla. Sehingga saya dan teman-teman kos nggak kesulitan untuk menjalankan ibadah shalat tarawih :-) cukup jalan kaki beberapa meter saja.
Oya di sekolahan juga ada acara sehari untuk yang beragama muslim. Pesantren kilat dan buka puasa bersama. Hal ini menunjukkan tingginya toleransi beragama di sekolahku. Bahkan, kepala sekolah turut hadir ssekedar memberi sambutan saja. Selebihnya, acara diikuti siswa-siswa muslim dan guru. Yang masak bubur kacang ijo untuk buka puasa adalah guru wanita yang beragama non muslim (dibantu beberapa siswa non muslim). Tuh kan...toleransinya begitu tinggi. Menu buka puasanya itu tuh... yang foto...sebelah kanan pojok bawah.. hmmm ada bubur kacang ijonya juga :-)
Dan setelah sekian tahun nggak ikut upacara 17 Agustus, tahun ini saya , Mbak Feri dan Mas Bangkit upacara 17 agustus di lapangan pu'ukungu di kecamatan kami. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.