Kamis, 20 Desember 2012

9 Things I Like About Frida


Nama lengkapnya Frida Ayu Vebriana. Saya pertama kali kenal dia di kampus pas pendaftaran ulang SPMB. Dia ama kakak tertuanya sedang nyari kos-kosan. Trus saya menawari agar dia kos sekomplek ama saya aja…
Pas awal-awal kenal, kami nggak langsung banyak bicara. Setelah lebih dari sebulan, baru deh kerasa banget akrabnya. Kami sama-sama dari Kabupaten Cilacap, dan sama-sama tinggi sehingga sering dijuluki anak kembar. Kami punya laptop yang kembar karena belinya samaan dan sepatu yang kembar tapi beda warna.
Sudah 2 bulan saya pulang dari Flores dan belum juga bisa bertemu dengan sahabat yang satu ini. Makanya, saya membuat 9 daftar keistimewaan dia di mata saya, buat obat kangen. Kenapa 9? Karena 9 adalah angka favorit saya! Hehehe.

1. Frida itu temen yang penyabar, dewasa, kalem, santai, dan cuek pada hal-hal yang nggak penting. Dalam hal ini sama kayak upik. Dia bisa menenangkan saya di saat saya nangis lebay melihat sebuah nilai mata kuliah 4 SKS yang nggak memuaskan buat saya. Dia bisa tetap tenang saat menjelang ujian praktikum tes psikologi , adik saya dan kawannya yang dijadikan testee belum tiba. Padahal saya udah panik.

2. Frida nggak langsung marah-marah atau nyindir kalo ada sikap saya yang salah. Sebagai teman, dia akan mengingatkan pelan-pelan.

3. Saya itu tipe cewek moody. Frida bisa memahami sikap saya yang kadang ngeselin. Memahami keinginan saya yang kadang freak. Saya paham pasti Frida pernah sebel ama sikap saya, tetapi setelah mengetahui saya luar dalam dan kekurangan saya, dia nggak pergi meninggalkan saya. Padahal, temen dia kan bukan saya aja. a friend who can accept me just the way I am is hard to find. So I’m lucky to have her as my best friend.

4. Dia ada di saat susah dan senang. Pernah karena sedang merasa tertekan dan nggak nyaman sama sesuatu (yang jelas bukan karena Frida), saya cari kesibukan sendiri dan ada fase yang memang saya jarang main dengannya karena sibuk. Tapi, bukan berarti putus kontak.

5. Kami pernah kluntung-kluntung nggak jelas. Jalan kaki dari kos-kampus-perpus-naik angkot- nyampe gramedia-baca-baca-jalan kaki ke galeria-lanjut ke Gardena-jalan kaki-makan di warung steak- pulang ke kos. Pengalaman lucu tak terlupakan.

6. Dia itu orangnya rapi banget. Pernah suatu hari dia dateng ke kos dan ngeliat kamarku nggak rapi. Langsung deh diberesin ama dia. “Aku nggak bisa makan kalo tempat ini nggak rapi!” katanya. Hahaha. Kalo gitu sering-sering aja dateng,beb. Biar aku nggak usah ngerapiin kamar!

7. Kami pernah ngayal bareng pas semester 1. Saya bilang: “Da besok kita wisudanya samaan lho ya. Ntar sama-sama cumlaude aja ya Da. Biar duduk di kursi depan.” Khayalan saya lumayan terwujud. Kita sama-sama cumlaude. Sayangnya, saya wisuda duluan. Di auditorium saya nggak duduk sebelahan sama dia :-( . Itulah sebabnya pas yudisium saya nggak bilang kalo hari itu hari yudisium saya, sebab dia nggak ikut dalam yudisium saya. Rasanya ada yang kurang….! Tapi salutnya lagi, dia sportif! Lihat, di sisi lain dia pun bisa tetap bahagia datang dan melihat saya memakai toga. Dia adalah sosok yang setia dalam suka maupun duka. Saat saya sedang sedih, dia sabar ngedengerin curhatan, keluhan, omelan dan tangisan lebay saya. Saat saya senang dan sukses, dia pun tetap kasih dukungan dan senang melihat keberhasilan sahabatnya :-)

8. Dia temen yang asik banget dan betah diajak jalan berlama-lama di mall walaupun nggak borong. Beli seperlunya aja. Maklum jaman mahasiswa, guys.

9. Last but not least, I wish Frida still become my true–best friend forever. Pada dasarnya saya bukan orang yang suka dengan sengaja menyakiti dengan orang lain. Misalnya nih, pas balik ke Jawa, saya nggak sms frida. Saya Cuma ngapdet status via Fb aja sebagai ‘woro-woro’ alias pemberitahuan. Soalnya situasi saat itu nggak memungkinkan untuk saya ngabari semua orang yang dekat dengan saya. Beberapa orang yang tau saya pulang setelah ngeliat aktivitas di Fesbuk pun menghubungi, salah satunya Frida. Dia bilang: “Inaaa kamu kok pulang nggak ngabari aku sih? Hiks…kamu nggak anggep aku sahabatmu ya?” katanya via BBM yang tentu saja setengah bercanda dan setengah kecewa. Hehehe…ya maaappp, gitu jawab saya. Satu lagi, saya tipe orang yang fleksibel dan seringnya spontanitas kalo mau ketemu temen. Nah, prediksi saya kan dalam jangka waktu dekat ini belum bisa ketemu Frida makanya saya nggak ngabarin dia. Eh ternyata langkah saya yang nggak basa-basi itu salah.Hehehe..tapi senengnya nih, Frida itu bisa ngertiin alasan saya .Frida selalu bisa memahami arti di balik sikap dan tindakan saya itu. Bukan seperti seorang teman yang tiba-tiba aja sebal,sensi dan ngasih cap hitam dengan mengabaikan penjelasan saya dan nggak mau klarifikasi. 

So, nyari sahabat yang tulus kayak Frida itu susah! She is one of my priceless friend for me :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.