Kamis, 20 Desember 2012

Membiasakan Murid untuk Percaya Diri


Abstrak

Tulisan ini berisi pengalaman belajar saya bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Selain itu, tulisan ini berisi nilai-nilai apa yang didapat dari proses belajar ini.

Latar belakang

Anak-anak murid saya adalah anak yang pintar. Sayangnya mereka sering kali mengeluh “Bu tidak bisa !”, “Bu susah !”. ketidak percayaan diri inilah hambatan terbesar dalam proses pembelajaran. Tidak ada hal yang tidak mungkin dilakukan jika kita percaya dulu. Walaupun kelihatannya pekerjaan ini sangat sulit diselesaikan. Itulah yang ingin saya tanamkan pada siswa-siswa saya. Memupuk rasa percaya diri pada diri anak tidak mudah. Tidak seperti mengajarkan suatu materi. Butuh proses dan konsistensi. Oleh karena itu, saya membuat peraturan kelas yang tujuannya memupuk rasa percaya diri siswa.

Melatih Kebiasaan Baru

Ilustrasi
Anak-anak ini pada awalnya pemalu dan kurang percaya diri. Bukan berarti mereka tidak bisa. Tapi mereka sudah pesimis dari awal. Untuk melatih kepercayaan diri mereka, saya membuat peraturan kecil.
Setiap anak yang berkata “tidak bisa” di kelas harus memasukan uang ke celengan. Awalnya ada kata “yaaaa” kecewa dari anak-anak. Anak-anak dipaksa keluar dari zona nyamannya untuk belajar, belajar, belajar. Belajar itu prosesnya tidak nyaman. Namun hasil belajar itu akan merubah perilaku siswa.
Dari anak-anak yang pemalu, minder, kini berubah menjadi anak yang lebih percaya diri, lebih optimis. Ya, it works ! mereka berhasil keluar dari zona nyamannya.
Oh ya, uang celengan yang terkumpul itu disumbangkan untuk anak-anak yatim di lingkungan mereka. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Peraturan ini selain melatih kepercayaan diri anak-anak juga melatih jiwa social anak-anak.

Lesson Learned

Menumbuhkan kepercayaan diri anak tidak mudah. Anak-anak itu unik dan harus berhati-hati, karena salah sedikit (salah berkomunikasi, salah perlakuan), bukan kepercayaan diri yang didapat namun kebalikannya.
Pengalaman ini bukan hanya anak-anak yang belajar, tapi saya. Saya belajar untuk bersabar, menikmati proses belajar anak-anak. Saya juga belajar untuk mempercayai anak-anak ini. Cepat atau lambat anak-anak ini akan berubah lebih baik, lebih percaya diri, lebih optimis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.