Rabu, 26 Juni 2013

Ekspedisi ke Gunung Bromo

Keberangkatan


Dua tahun lalu, seorang rekan saya, Yunus memajang foto-fotonya di Facebook. Foto-foto perjalanan ke Bromo bermotor ria bersama teman-teman klub Jogja MegaPro-nya. Saat itu saya Cuma bisa komen : “Keren!” sambil berandai-andai andai saya ke sana. Saya ingin ke sana! Kawasan Gunung Bromo itu masuk ke dalam Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Nggak diduga, awal Juni 2013 ada teman PPG yang nawarin ke Bromo. Kebetulan sisa kursi di mobilnya Mas Wisnu masih sisa 2-3 gitu. Rencana keberangkatan tanggal 5 Juni karena Kamis, 6 Juni-nya libur tanggal merah. Wow. It’s great! Maklumlah pada tanggal segitu kuliah masih padat. Kami tetaplah manusia-manusia yang butuh hiburan bernama liburan dengan acara plesiran. Walaupun Jumat, 7 Juni harus masuk kuliah. Hahaha. Saya  dan Mbak Anis tetap antusias menyambut tawaran manis itu. Iurannya 80.000/orang untuk transportasi kendaraan. Sip....bungkus!


Hujan, Narsis sebelom berangkat!
Akhirnya, 5 Juni malam kami bersiap berangkat. Rencana jam 20.00 malam tapi ngaret hingga pukul 23.30 WIB. Wah...hujan deras banget nggak berhenti-berhenti. Sempat kuatir juga, jadi nggak nih? Untunglah jam 23.30 mas Wisnu tiba di asrama putri. Yang ada dalam mobil selain saya, sebut saja Mbak Anis, Feri, Mbak Elsi, Mas Budi, Bang Jek, Mbak Lisye dan Mas Wisnu (ups...itu kan emang nama asli mereka hahaha).  Kami dari berbagai program studi. Saya, Mbak Anis dan Feri ini teman seprogram studi alias sekelas. Sedangkan kawan lain berasal dari program studi yang berbeda. Dalam perjalanan kali ini, yang nyetir mas Wisnu.

Hujan deras terus mengiringi perjalanan kami. Kami sengaja berangkat malam dengan niat ingin melihat sunrise. Sampai di Pasuruan masih hujan, kami berhenti untuk istirahat. Trus capcus lagi untuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Sampai di area masuk (pusat informasi wisata), istirahat lagi deh. Waktu menunjukkan pukul 03.30 WIB. Dinginnya luar biasa! Serasa menusuk tulang. Brrrrr.
 Rupanya, mobil pribadi nggak diijinkan untuk melaju ke area gunung Bromo. Kecuali motor. Untuk wisatawan yang pakai mobil, wajib menyewa jeep wisata atau ojek. Jeep wisata tarifnya 350.000-700.000 per jeep untuk 6-8 orang. Harganya memang berbeda, tergantung dengan jumlah kawasan yang dipilih wisatawan untuk didatangi. Kalau semua lokasi dikunjungi meliputi penanjakan, kawah, bukit teletubbies (tapi nggak ada teletubbies-nya bo’), dan pasir berbisik (alias pasir yang mirip padang savana) itu tarifnya 700.000. Kami memilih 2 lokasi inti saja, yaitu penanjakan dan kawah, dengan tarif jeep 350.000. So, masing-masing dari kami iuran lagi untuk sewa jeep nya. Oya, untuk tiket masuk kawasan wisata Gunung Bromo itu Rp.10.000/orang.

Mandi Kabut di Penanjakan Bromo
Selamat datang di penanjakan!ups, kabut tebal

Tujuan pertama adalah penanjakan Bromo. Hujan sudah reda.  Jeep menempuh perjalanan 30 menit untuk menuju ke sana.Yap, jalannya berliku-liku, mirip hutan dan ada beberapa spot yang pemandangannya menarik.  Di penanjakan inilah tempat para wisatawan bisa melihat puncak Gunung Bromo sekaligus sunrise. Apalagi di hari libur ini, wisatawan yang datang berkunjung lebih banyak dibanding hari biasa. Sayang sekali, cuaca nggak mendukung. Karena semalaman hujan gede banget, kabutnya ikut-ikutan tebel banget. Sunrise nya ketutup kabut, pemirsa! Yaaaccchhh...jadi kami cuma lihat kabut doank nih di penanjakan. Kecewa? Ah, nggak juga tuh. Bisa sampai di sini saja sudah senang. Apalagi serunya terasa bareng teman-teman. Siapa sangka keinginan saya 2 tahun silam terkabul? Hihihi....

253 Anak Tangga Menuju Kawah Bromo

Usai dari penanjakan, kami mengisi perut di warung bakso dan soto di sekitar pintu masuk penanjakan. Harganya....uuhhhmmm...lumayan menguras dana wisatawan. Mahal tapi nggak setara dengan rasanya. Hahaha. Semangkuk soto 15.000 dan teh hangatnya 3000 per gelas. Emang gimana rasanya? Ya begitulah. Tapi gak apa-apa, daripada kelaparan hayo!

Sekitar area pintu masuk penanjakan juga ada deretan kios yang menjajakan suvenir seperti kaos, gantungan kunci, hiasan dan handicraft. Silakan yang mau borong, monggo. Saya juga mau, kalo gratis. (Hwakakaka mental gratisan)
Perjalanan dengan jeep berlanjut ke area kawah Bromo. Sekitar 30 menitan juga. Jalanan berliku plus tikungan di sana-sini  dan pasir yang dilalui adalah medan yang cukup sulit. Kalau naik motor sih bagusnya pakai motor cowok dan harus lihai bawanya. Hehehe....
 
Subhanallah....sejauh mata saya memandang, tampak bukit, pasir hitam dan jalan menuju kawah Bromo itu sendiri. Untuk melihat kawah dan Puncak Bromo itu, masih harus jalan mendaki sekitar 2 kilometer plus dilanjutin menaiki anak tangga. Kata orang yang pernah ngitung sih, jumlah anak tangganya 250 atau 253.Wow! 

Anak tangga menuju kawah bromo
Atas: sewa naik kuda. Bawah: penjual edelweis. Tertarik?

Banyak warung tenda sekitar yang jualan popmie, mie instan dan minuman. Hehehe...kamar kecil juga ada. Nggak ketinggalan penjual bunga edelweis di mana-mana. Sok atuh...yang mau beliin buat orang-orang tersayang. Kalau mau naik kuda sampai bawah tangga juga bisa. Tarifnya variatif antara 30 ribu hingga 100 ribu. Pinter-pinternya nawar deh.
Kami memilih jalan mendaki saja....biar terasa sensasi pendakian gunungnya. (Huuu...bilang aja sekalian ngirit duit. Hahaha....)

Saya berjalan mendaki. Pelan-pelan, maklum gak terbiasa naik gunung coy. Hahaha. Nah tiba juga di dekat tangga. Sudah mendaki 2 kilometer, masih tetap harus naik tangga! Perjuanganmu belum selesai, Na...hehehe. Sementara itu, teman-teman terlihat bersemangat terus mendaki.
Saya dan teman-teman naik, menikmati pemandangan, sambil berhenti kalau pas mau foto. (Narsis, teteeeppp yaaaa...hehe). Meskipun bukan mendaki gunung yang pakai tali, pengaman yang bikin tangan setengah mati pegel, tetapi ini juga tetap pendakian kok! Wehehehe....
Dan akhirnya....taraaaaa....tibalah saya di puncaknya dan melihat kawah gunung Bromo terhampar di depan mata. Bau belerangnya nggak menyengat.  Ups, jangan coba-coba terjun ya. Hehehe...
Kawah Bromo
Setelah cukup melihat-lihat, saya dan beberapa teman memutuskan turun. Turunnya sih gampang, nggak seberat pas naik. Nggak lama kemudian kami tiba di bawah dan beristirahat di dekat jeep.

Sayonara, Bromo!
Bukit sekitar bromo

Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB dan jeep merah yang kami sewa membawa kami kembali ke parkiran mobil dekat pusat informasi wisata. Di sana kami istirahat lagi. Saya dan Mbak Anis makan bakso. Kali ini harganya murah, Rp.6000-Rp.9000 per mangkuk. Rasanya juga lumayan. Berbeda dengan warung di area penanjakan yang agak mengecewakan. Sekitar pukul 14.30 WIB kami pulang kembali ke Surabaya. Hujan kembali turun mewarnai sepanjang perjalanan kami. Wah, syukurlah selama kami turun ke area wisata Gunung Bromo tadi nggak hujan. Walaupun misi untuk melihat sunrise ternyata gagal.
Bye, Bromo!

30 komentar:

  1. gak ke padang savananya? keren juga lho..

    BalasHapus
  2. kalo ujan gitu ga bahaya ta mbak?
    aku dari dulu pengen ke bromo belom keturutan juga-,-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gak apa2..tapi jalanannya jd lebih licin

      Hapus
  3. Wah, jangan jangan kemarin ketemu di Tumpang nih, yang naik jeep malam malam itu rame rame? Saya juga naik tanggal segitu ke Ranupani.:)

    Keren euy. Ini udah agenda mau ke Bromo bulan depan:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...kyknya itu bukan rombongan saya. saya dr sby pke mobil temen, tengah malem dr sby. nyampe bromo pagi buta, baru deh naik jeep pagi2 ^^

      Hapus
  4. dulu sih sempat kebromo tapi karena gunung bromonya lagi bersalju.
    ya gak jadi gitu deh..

    BalasHapus
  5. duh.. jadi pingin naik gunung :D

    BalasHapus
  6. saya akan kesana, suatu saat nanti. doakan ya mba.. :D

    BalasHapus
  7. oooh jadi ini yg namax bromo ya bu, bagus bgt, jdi pengen kesana deh.. #dikeplak bu guru

    BalasHapus
  8. seru banget..ke bromo ..hiihihi enak nya..
    aku jarang banget jalan2 ke gunung gitu..seru pasti ya...
    jadi pingin

    BalasHapus
  9. idih kerennn... jadi pengen naik ke gunung bromo :3

    kalau tempatnya diketinggian, biasanya harga2 memang mahal sih, habis gmana lagi kan naiknya mereka juga susah :D

    BalasHapus
  10. waaaaahh pemandangannya kereen.. kapan yah aku bisa menjejaki kaki disana?:D *nanyadirisendiri*

    BalasHapus
  11. belom pernah ke sono T.T
    jadi pingin.. huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kpn2 diagendakan kesana aja ve ^^

      Hapus
  12. wuihh SERU bangett.. pengen adain kegiatan seperti itu! tapi sama siapa? wkwkwkwkw

    BalasHapus
  13. belum pernah kesana, mbak'e.. pengeennnn >.<

    BalasHapus
  14. asyik ya ina, aku belum pernah kesana

    BalasHapus
  15. ngajak calvin aja kesana mbak, kpn2 gt. tp jauh tuh dr bekasi

    BalasHapus
  16. Mendaki gunung emang seru kayaknya, sayang di kota saya sedikit gunungnya. Saya juga sekali mendaki gunung.
    Jangan lupa jika berkenan mampir dan berikan masukan untuk blog butut saya http://river-cloud.blogspot.com/2013/07/sepuluh-artis-berjilbab-tercantik-versi.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok udah saya komen+visit balik :)
      trims

      Hapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.