Senin, 07 Mei 2018

[ My First Pregnancy Story ] 4 Bulanan



“Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya). Kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya …” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada Bulan April lalu, janinku berusia 4 bulan. Masa di mana ruhnya telah ditiupkan, serta digariskan takdirnya. Rangkaian doa aku rapal untuk kebaikan ia di masa depannya. Kami nggak bisa jadi orang tua yang sempurna. Namun, kami bisa mengusahakan yang terbaik. Sementara di rumah Cilacap, orang tuaku juga mengadakan pengajian kecil buat mendoakan keselamatan janinku. Seremoni sederhana, hanya mengundang tetangga kiri-kanan dan pondok pesantren anak yatim piatu.


Demi kebugaran tubuhku dan situasi yang kurang mendukung, aku nggak bisa pulang ke rumah. Di sini aku juga berdoa supaya orang tuaku dikasih sehat terus dan umur panjang. Belum bisa kubalas segala ketulusan mereka. Ketulusan dan kasih sayang yang kurasa tidak semua orang tua miliki kepada anaknya. Dan itu membuatku semakin bersyukur, karena bagiku mereka adalah karunia yang tak ternilai harganya. Mereka yang tau bahwa putrinya yang innocent ini tidak silau harta, tapi putrinya sangat menilai seseorang dari  ketulusannya :-)

Hei calon anak kami,
Tumbuhlah jadi janin yang sehat dan kuat. Bunda bahagia banget kamu udah ada ruhnya dan detak jantung kamu terdengar jelas dari alat USG. Bersinarlah kelak dengan karisma yang menyelimuti auramu, dengan jiwa kepemimpinan yang menguatkan wibawamu. Kamu akan jauh lebih baik dari kami, Nak. Kelak kamu akan tumbuh dengan pola pikir dewasa dan pemberani serta cerdas. Tegaskan sikapmu, tapi lembutkan hatimu dengan tutur kata yang menentramkan.

Semoga kami bisa mendidikmu sesuai amanah Allah agar kamu, senantiasa amanah dengan orang tuamu. Karena menjadikanmu soleh/solehah adalah investasi terbesar kami, yang akan menarik tangan kami ke surgaNya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.