Selasa, 22 Mei 2018

[#MyFirstPregnancyStory] 21 Weeks Pregnant. We Know Your Gender, Baby!




“Ini bagian otak besar, dan ini otak kecil. Ini lambungnya, kemudian tulang punggung, tulang paha…dan ruas jari tangan dan kaki. Wajahnya mirip ibunya nih. Beratnya di kisaran 400 gram, usia 21 minggu. Semuanya optimal.” Penjelasan dr.Yuditya, Sp.OG-KFM,PHd detail dan cukup panjang.
Weeew it’s amazing! Dia mirip aku? Ah tapi muka debay nantinya juga bisa berubah :-D
Dari layar monitor USG, tampak organ tubuh janin. Ahhhh rasanya ingin saat itu juga kalo bisa udah kuelus dia  :*
“Mau tau jenis kelaminnya nggak?”
Wah jelas mau donk! Dan ternyata….

 
Janin kami perempuan. Wahh itu di luar prediksi. Soalnya aku ngalamin tanda-tanda yang kata orang itu pertanda bayi cowok! Misalnya, gerakan janin terasa lebih awal, ibunya tomboy, strong, ga muntah, ga suka dandan, mukanya gak glowing…..dan ternyata pemirsa, sekarang terbukti kalo  itu hanya M-I-T-O-S hahaha.

Emang sih awalnya ngarep baby-nya laki-laki :-D Walaupun kalo belom kesampaian, cewe juga ga apa-apa. Yang terpenting itu sehat dan normal udah bahagia banget.
Kayaknya seru aja kalo anak pertama itu laki-laki jagoan. Di bayangan kami, kami bisa ngedidik dia dengan tegas. Keren aja kalo punya anak lelaki yang kelak tumbuh jadi sosok pemimpin bijaksana, cerdas, pemberani…uwuwuwuuu… >.<

Dan aku belom persiapan mental buat ngedidik anak perempuan. Ngingat-ngingat masa yang aku lewatin dalam tumbuh kembang sebagai perempuan, dan nantinya bakal sharing dengan temen-temenku yang punya anak perempuan.Trus aku bakal buka-buka lagi deh bukunya ibok Kirana ( @retnohening ). Buku pertamanya aku beli pas masih jadi calon bini. Bku kedua pas udah jadi calon ibu. Hihihi…dan kalo urang Sunda bilang, berasa ‘resep’ dibaca sekarang karena aku resmi jadi calon ibu yang kelak anak pertamanya perempuan.

 Memang pilihan Allah ngasih anak cewek. Siapa tau dia nantinya tumbuh jadi anak solehah yang jadi mutiara bagi ortunya. Anak yang cerdas, beruntung, riang, karismatik, anggun, tegas dan charming. Pokoknya doa-doa indah tetap untukmu sayang. We love you. Aku sangat mencintaimu.

Masa’ iya dapat anak cewek aku nggak bersyukur? Sementara di luar sana, banyak orang yang berusaha dengan perjuangan luar biasa untuk mendapatkan amanah Tuhan yang bernama anak kandung.  

Btw,  balik ke topik pemeriksaan tadi. dr.Yudit itu obsgyn konsultan fetomaternal.
Kalo periksa USG 4D di obsgyn sub-spesialis fetomaternal (KFM) bisa ngeliat organ dalam bayi dengan lebih detail, sekaligus ngedeteksi kalo ada kondisi atau gangguan tertentu. Tujuannya juga ngecek aliran darah, kondisi organ dalam dan semuanya.  Sampe-sampe dr.Yudit ngasih tau kondisi bilik jantung janinku yang kondisinya udah sesuai.

Yang lebih disarankan periksa adalah bumil dengan kehamilan beresiko tinggi. Tapi, bumil yang kehamilannya fine-fine aja diperbolehkan juga kok karena USG nya lebih detail. Aku penasaran siih hehehe. Akhirnya suami ijin kantor sehari, aku juga. Karena kliniknya buka hari kerja.

Waktu yang tepat buat periksa fetomaternal yaitu usia janin 14-20 minggu dan 8 bulan ke atas. Nah USG 4D nya nggak melulu bertujuan buat ngeliat muka si calon bayi, tapi juga meriksa kondisi jaringan lunak. Kami check up di Klinik Fetomatenal Gulardi Centre, Jl.Kimia No.5 Jakpus. Kliniknya deket RSCM. Keliru, ternyata yang biayanya murah itu di Klinik Anggrek di dalam RSCM nya. Dokternya juga sama. Kalo di Klinik Gulardi Centre biayanya lebih mahal.

Rincian di kuitansinya:
Biaya Habis Pakai: 100.000
Jasa medis : 350.000
Pemeriksaan USG: 350.000
Administrasi : 50.000
Total 850.000
Telepon ke 021 31924404 H-1 buat booking.

Waktu konsul ke sana 17 Mei 2018 lalu, biayanya ternyata naik jadi segitu.  Aku googling ada tulisan tahun 2017 di blog orang kalo biaya fetomaternal di Gulardi Centre 700 ribuan. Lebih mahal lagi kalo periksanya di RS Swasta tertentu di Jakarta,Depok,Tangerang, Bekasi. Padahal mah dokternya ya relatif sama-sama aja orangnya, dokter dari RSCM juga. Kalo di RS Swasta (mungkin karena lebih mahal), pasien dapat CD rekaman realtime 4D. Kalo kami nggak, karena dapatnya hasil print kertas ukuran folio yang isinya beberapa foto hasil capture USG.  Hmmm pengalaman deh ya. Nanti jelang lahiran periksanya di Klinik Anggrek RSCM aja biar harganya lebih miring.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.