Rabu, 10 September 2014

Sekolah Impian di Daerah Tertinggal




Jika di perkotaan besar seperti Jakarta dan sekitarnya sekolah modern menjamur (dengan biaya masuk 15-75 juta, kelas ber-AC dsb), maka yang terjadi adalah sebaliknya di daerah tertinggal.  Aku pernah mengikuti sebuah program dari Kemendikbud dan menjadi guru kontrak pusat selama satu tahun. Saat itu, aku mendapatkan penempatan di SMA Napen, di Kabupaten Ende, NTT. Bangunan sekolah memang sudah terbuat dari batu bata. Namun, semua fasilitas minim dan sangat terbatas. Jumlah siswanya sekitar 200 orang meliputi kelas X, XI, dan XII. Mayoritas beragama Katholik, tetapi toleransi di sekolah ini sangat tinggi. Nggak ada diskriminasi walaupun siswi yang beragama Islam mengenakan jilbab saat di sekolah.

aku nampang sama 2 siswa di mess guru di sekolah


Kegiatan kerja bakti di sekolahku itu. Guru dan murid turun tangan.

Dalam kondisi yang sederhana inilah, guru-guru berusaha untuk membawa anak didik melintasi ruang imajinasi agar mereka memiliki impian yang tidak sederhana.  Jika murid-murid di daerah maju bisa dengan mudahnya mengakses internet atau berbagai buku untuk memenuhi tugas guru, mengikuti study tour dan bisa refreshing dengan berbagai hiburan yang ada, maka nggak demikian di sini. Murid-muridku dulu sudah bisa bersorak riang dari kelas saat melihat truk kayu full music melintasi jalanan depan sekolah.

Kalo aja aku punya uang 10 M yang dikhususkan buat membangun pendidikan di negeri ini,

Aku pengen mewujudkan sebuah konsep “My Dream School”, untuk meminimalisir pendidikan yang timpang antara daerah maju dan daerah tertinggal. Yupz, aku akan bangun SMA Napen ini menjadi sekolah impian. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih akan memberikan kenyamanan siswa saat belajar di sekolah. Sehingga hal ini bisa mendongkrak prestasi dan semangat mereka.Lokasi di Ende, NTT, bersisian dengan pantai.

1.Renovasi Bangunan
(alokasi dana 1 M)
pengen bangun gerbang sekolah biar jadi seperti ini. (gambar 1)
Bangunan sekolah akan direnovasi total dengan bantuan arsitek dan tukang-tukang bangunan :)).
 Murid nggak perlu lagi kerja keras mengangkut tanah, batu dan semen untuk membangun ruangan kelas ( seperti yang siswa lakukan saat pembangunan ruang kelas IPA saat aku masih mengajar di sana).
Dinding di-cat ulang, jendela yang bolong diperbaiki, pintu kelas diperbaiki, meja kursi banyak yang rusak dan kurang jumlahnya, atap sekolah, pagar sekolah dibangun, termasuk pagar belakang yang rusak karena dihantam ombak. Belakang sekolah memang berbatasan langsung dengan pesisir pantai.

Lantainya dibikin keramik. Papan tulis diganti whiteboard, nggak perlu  lagi pakai kapur buat nulis. Untungnya, udah ada pasokan listrik dari PLN yang menjangkau desa tempat SMA Napen berada. Ada poster tokoh pahlawan, kesenian tradisional dan ragam budaya Indonesia di setiap kelas. Berhubung cuaca di sini sangat panas, maka boleh deh dipasang kipas angin di dalam kelas yang bisa dihidupkan di siang hari. Kalau pagi hari nggak perlu, karena cukup merasakan AC alami berupa udara segar ^_^

Perpustakaan juga perlu direhab.  Buku-buku di perpustakaan juga harus diperbanyak dengan buku ensiklopedia, buku-buku motivasi, buku latihan soal SNMPTN/Sekolah kedinasan, ide kewirausahaan, buku yang berkaitan dengan remaja, serta fasilitas internet! Di sini sinyal salah satu provider masih terjangkau kok. 
ini foto perpustakaan di SMA Napen (doc.pribadi)
IMG_3821
pengennya aku buat menjadi seperti ini (gambar 2)
nggak lupa ada fasilitas olahraga (gambar 3)

2.Pembangunan fasilitas yang belum ada, mulai dari UKS, aula, ruang BK, sarana IT untuk mengajar, lapangan basket, dan laboratorium.
(alokasi dana 1 M)
Oh iya, mushalla di sekolah ini sudah lama rusak parah dan nggak bisa digunakan lagi :-( . Jadi, pembangunan mushalla, disertai perlengkapan ibadah harus dilaksanakan.
(doc.pribadi) mushalla di sekolah tempatku ngajar dulu udah rusak parah, ini fotonya :-(


ada dana 10 M bisa bangun seperti ini. gambar 4: desain musola sekolah impian


3. Membuat fasilitas MCK beserta aliran airnya, sistem sanitasi dan resapan air yang memenuhi syarat.  Jadi, siswa dan guru harus nggak perlu lagi menimba air dari sumur. Alokasi dana 500 juta.


Murid-murid antri mengambil air di sumur sekolah saat acara kerja bakti

4. Pelaksanaan konsep sekolah adiwiyata supaya tercipta lingkungan sekolah yang asri, rindang, nyaman, bersih dan sehat. Mulai dari pembenahan kebun sekolah, adanya tanaman-tanaman hijau, membangun taman sekolah. Selain itu harus ada larangan merokok di area sekolah dan membuang sampah sembarangan! Peraturan ini juga berlaku bagi guru. Dari segi tata tertib, kedisiplinan harus dilaksanakan. Alokasi dana 500 juta.

5. Perbaikan kesejahteraan guru honorer.
 Hanya 50% guru yang PNS di sekolah ini. Sisanya masih honorer dengan gaji jauh di bawah UMR :-( . Aku mau meningkatkan gaji serta kesejahteraan guru dengan pemberian reward yang layak. Supaya guru makin semangat ngajarnya.  Untuk tenaga guru bidang tertentu nyang belum tersedia (misalnya: prakarya, seni, pengembangan diri, serta pembimbing ekstrakulikuler bisa didatangkan dari luar daerah). Aku ikut berkecimpung membantu membimbing siswa deh. Hehehe. Karena sebagian besar murid berasal dari keluarga kurang mampu, untuk biaya sekolah gratis. Alokasi dana 2 M untuk beberapa tahun.

6. Workshop bagi guru.
Oups iya sekarang kan Kurikulum 2013. Kalo sebagian guru di daerah maju aja masih mempelajari sistem kurikulum anyar ini, maka harus selalu diadakan workshop tentang kurikulum 2013 untuk guru di daerah tertinggal. Aku optimis, perlahan daerah ini bisa mengejar ketertinggalannya!
Selain itu, aku akan mendatangkan pembicara-pembicara untuk mengisi workshop mengenai pembelajaran yang aktif dan kreatif bagi guru, karena banyak guru yang belum menerapkannya. Dengan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, tentunya siswa nggak gampang jenuh dan lebih termotivasi untuk belajar.  Alokasi dana per-tahun 200 juta.

7. Pendampingan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar dan masih belum lancar berbahasa Indonesia.

8. Mata pelajaran tambahan berupa kewirausahaan perlu diadakan. Walaupun ini SMA dan sebagian siswanya melanjutkan ke jenjang kuliah, sebagian yang  ekonomi keluarganya bener-bener nggak mampu akan memilih berwirausaha setelah lulus. Supaya nantinya taraf hidup meningkat, lewat pelajaran kewirausahaan guru akan memberikan materi tentang ide wirausaha. Apalagi banyak siswa yang membantu orang tua mencari ikan di laut. Siapa tau kelak mereka (siswa) ada yang bisa bikin variasi olahan ikan yang dipasarkan. 
setelah rombak dan bangun ulang, inilah konsep SMA Napen impian saya (gambar 5)
ada uang 10 M bisa dibuat seperti ini deh SMA Napen (gambar 6)
pengen menjadikan koridor SMA Napen menjadi seperti ini juga :-D (gambar 7)

Nah sisa dana yang ada dipakai sebagai cadangan untuk perawatan maupun pembangunan sekolah dan menjalankan program-program sekolah secara berkelanjutan.

Demikian artikel saya tentang “My Dream School” yang saya ikutsertakan dalam Joeyz Blogiversary-Giveaway. Giveaway diadakan dalam rangka ulang tahun pertama blognya Mbak Joeyz. Pingin menang, siapa tau tulisan khayalan ini bermanfaat sebagai ide bagi program di sekolah lain. Atau Kemendikbud kelak akan mengucurkan makin banyak dana untuk pembangunan pendidikan di daerah tertinggal. Atau mungkin....KPK akan menyita miliran rupaih yang ditilep oleh koruptor lalu melimpahkannya untuk pembangunan SMA Napen, itu akan menjadi ide bagus! Hihihi.

 

Aku pingin pakai blazer warna merah itu (lengannya panjang pas untuk aku yang berjilbab). Atau, boleh juga paket cotton inn, tas kecil plus novelnya bakal asik dibaca saat santai.

atau



Seandainya sobat punya uang 10 M, sekolah impian seperti apa yang akan sobat bangun? Ceritakan dalam Joeyz Blogiversary-Giveaway yuk. ^.^

 

(992 kata tidak termasuk judul)

 

Artikel diikutsertakan dalam Joeyz Blogiversary-Giveaway

 




Sumber Gambar :
* gambar 1,3,7 :http://kelompok2kkpi1t2.blogspot.com/2012/04/sekolah-bersih-dan-asri.html
* gambar 2: http://www.smpn41-jkt.sch.id/page/profilgaleri/indo
* gambar 4 : http://blogargajogja.com/eksterior/desain-eksterior-mushola-mungil-ukuran-%C2%B1-5x5-meter.html
* gambar 5: sumiartialinul.blogspot.com
* gambar 6: http://goo.gl/QE6bpU
*hadiah giveaway : http://joeyz14.wordpress.com

 update 15 september 2014:
pengumuman pemenang http://joeyz14.wordpress.com/2014/09/14/the-winners-of-my-dream-school-giveaway

9 komentar:

  1. impian kita sama mbk,tos duluuu :)

    BalasHapus
  2. Ya Allah ... di sana rusak banget ya gedungnyaaa...
    moga sekolah impiannya bis aterwujud

    BalasHapus
  3. waahh mulia banget keinginannya ya kak, 10 M untuk bangun sekolah pasti sangat bermanfaat, amiinn semoga suatu saat akan terealisasi. Itu musholanya :(

    BalasHapus
  4. semoga impiannya menjadi kenyataan ya. Sekolah merupakan awal penerus bangsa

    BalasHapus
  5. Justru siswa-siswi yang merasakan sekolah terbatas seperti ini yang biasanya punya semangat belajar yang tinggi. Sayangnya, setelah SMA biasanya mereka kekurangan akses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu yang juga perlu adalah pendampingan dalam menentukan pendidikan lanjutan. Keren ya kamu pernah ngajar di tempat yang jauh :)

    BalasHapus
  6. sip banget Mbak...semoga impiannya terkabul

    BalasHapus
  7. Mulia sekali cita2 kqmu, Mba. Semoga terwujud, ya. Nabung dr sekarang. Hehehe

    BalasHapus
  8. makasih tulisannya ya ina.....nantikan pengumumannya besok ya :)

    BalasHapus
  9. Salam kenal ya Mba Ina. Selamat sudab menang! :)
    Saya malu euy dimenangin juga padahal kalo dibandingin sama tulisan dan visi misi yang ditulis di sini jauh banget. Kagum. :)

    BalasHapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.