Rabu, 05 Februari 2014

Uniknya Alat Transportasi Umum di Nusa Tenggara Timur


 Tadi saya bermaksud hendak merapikan foto-foto tahun 2012 ke dalam berbagai folder dan menemukan kumpulan foto unik semasa saya masih berdomisili setahun di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kali ini bukan foto obyek wisata maupun pemandangan, tetapi alat transportasi umum yang ada di sana.

 1.Ojek
ojek
Ojek motor adalah transportasi umum yang sangat mudah ditemui di wilayah kota kabupaten dan kota kecamatan. Tarifnya pun murah. Misalnya saya mau ke pasar dari rumah mamak asuh, cukup membayar dua ribu rupiah. Jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer. Ojek banyak berseliweran di jalan raya dan sangat mudah menemukannya. Cukup berdiri di tepi jalan aja, maka akan ada tukang ojek yang berhenti dan menawarkan jasanya. Saya dan teman-teman beberapa kali salah mengira. Iya. Orang lewat kami kira tukang ojek! -___- Pantes aja orang itu nggak berhenti pas dipanggil : “ojek…ojek…”  Hahaha.

2. Oto Bemo
banyak hiasan berupa boneka kecil di dalam oto bemo
 Bentuk oto bemo di Ende, Flores sama seperti angkot atau bemo biasa. Hanya saja… Bagian dashboard oto bemo dipercantik dengan boneka-boneka kecil. Oto bemo juga full music reggae yang diputar dengan volume sangat keras. Tujuannya sih biar sopir dan penumpang terhibur. Hehehe. Awalnya saya dan teman-teman merasa bising dan nggak terbiasa dengan suara music yang terdengar memekakkan telinga. Ah, tapi lama-lama rasanya kayak makan nasi, alias wes biyasaaaa… :-)
oto bemo, full penumpang, full music
Ada oto bemo yang khusus beroperasi di dalam kota Ende dengan tarif Rp.1000-2000 rupiah. Oto bemo yang khusus dalam kota ini tidak memiliki rute trayek dan arahnya mengikuti lokasi tujuan para penumpangnya. Ada juga oto bemo yang beroperasi ke kota kecamatan. Beruntung lokasi penempatan saya termasuk mudah dijangkau. Saya cukup naik oto bemo dari lokasi penempatan  yang berada di kota kecamatan menuju kota Ende dengan jarak tempuh satu jam. Tarifnya juga terjangkau, hanya Rp.7000. Saya malas naik bemo yang masih kosong, karena bemo tersebut akan berputar-putar dulu untuk cari penumpang.

3. Taksi
Nah, di Ende ada pangkalan taksi juga lho! Kendaraan yang dipakai berupa mobil-mobil bagus seperti mobil avanza. Taksi di sini berfungsi seperti travel kalau di Jawa. Alias dicarter untuk antar kota di Flores atau untuk berwisata bagi rombongan luar pulau.  Pengemudi melajukan kendaraannya sangat kencang melewati kontur jalan yang berliku. Yupz, topografi Flores memang dipenuhi lembah, gunung dan pantai. Jadi, naik kendaraan taksi serasa naik roll coaster alami sensasinya. Tentunya ini berpotensi mengundang mual bagi yang nggak tahan. Keterampilan mengemudi mereka sangat lihai dan hampir tidak ada kecelakaan yang terjadi di sini.

4. Bis Kayu
bis kayu di kabupaten Ende, Flores
Oto kayu atau bis kayu adalah sebutan bagi kendaraan berbentuk truk yang dimodifikasi dengan deretan bangku-bangku kayu di dalamnya dan diberi atap di bagian atasnya. Bis kayu digunakan untuk sarana transportasi ke desa-desa yang sulit dijangkau. Bis kayu ini juga full music. Supir bis kayu memberikan pelayanan ekstra berupa pengataran penumpang sampai ke rumah masing-masing. Nggak hanya mengangkut manusia, hewan seperti sapi, kambing dan babi juga dinaikin ke sini bareng-bareng sama orang yang membawanya. Hehehe, indahnya saling berbagi tempat.  Saya pernah naik bis kayu yang dicarter pihak sekolah saat sekolah tempat saya mengajar mengadakan acara pesiar ke pemandian air panas.
Ngomong-ngomong tentang bis kayu, teman saya, Vida, memiliki pengalaman berkesan yang tak terlupakan. Dulu dia dapat penempatan di Sumba Timur, NTT. Beda pulau dengan saya di Ende, Flores. Dari desa penempatannya yaitu Okatana, membutuhkan waktu 12 jam untuk menuju Waingapu, ibukota kabupaten Sumba Timur.  Moda transportasinya adalah bis kayu. Jaraknya tidak sampai 100 kilometer. Hanya saja, kondisi jalan yang sulit dan ekstrim membuat waktu perjalanan menjadi sangat lama. Kalau musim penghujan, terkadang desa Vida banjir dan membuat daerah itu terisolasi. 
desa/sekolah tempat Vida dulu mengajar
Bis Kayu yang dinaiki Vida di Sumba Timur. Bentuknya sama seperti bis kayu di Ende
Pernah suatu ketika sedang musim hujan yang membuat kondisi jalan makin sulit dilalui. Vida naik bis kayu bersama hewan-hewan ternak milik penumpang lain. Malamnya saat melintas di hutan, ban bis kayu terperosok ke tanah yang becek. Otomatis perjalanan terganggu. Supir bis kayu dibantu oleh para penumpang laki-laki sibuk membenahi kondisi bis kayu semalaman. Akhirnya perjalanan itu memakan waktu 22 jam!

5. Bis Damri
bis damri dengan trayek kota Ende ke kota kecamatan maukaro
Bis damri berbentuk seperti bis biasa dan melayani rute luar kota dengan area tertentu.

Mana kendaraan yang ingin sobat naiki? :-D

Keterangan : semua dokumen milik pribadi.
Cerita selama di Ende-Flores bisa dibaca di sini

30 komentar:

  1. penasaran naik bis kayu mbk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sensasinya bikin mabuk darat bagi yg gak tahan hehe

      Hapus
  2. oto bemo itu kalau disini angkot ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak :-D
      tp disana ada hiasan2 boneka, plus musik keerrraassss bgt !
      ^_^

      Hapus
  3. aku ngebayangin oto bemo itu jadi semacam odong2 gitu ya...kecil...rame dan full music... --"
    dan bis kayu itu...jadi ngeri juga kalo sampe kayunya patah..terus...hiii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oto bemo = angkot kalo di jawa.
      hehe...

      Hapus
  4. Sakti yang bis kayu x))
    Oto bemo itu angkot mungkin. Kalo di kota gue juga gitu, full music, kadang malah ada tipinya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semacam angkot.

      wah keren tu di kota lo ada tipinya :-D

      Hapus
  5. lumayan banyak juga tranfortasinya di sana. Kirain tadi oto bemo sama kayak angkot tapi oto bemo jauh lebih unyu, ada boneka-bonekanya.

    Tapi menurut saya dari semuanya, bis kayu yang paling unik. Gak tahu kenapa, unik aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. mnurutku juga paling unik bis kayu.
      mungkin krna tdk ditemui di daerah lain :-D

      Hapus
  6. bis kayu,mbaaaak...itu kayakbawa apa aja masa cuman truk terus ditutupin kek terpal aja gitu..gimana rasanya..pasti panasssssss bangettt...pingin deh bisa ngerasain kayak kmu mbak, di tanah orang demi segepok pengalaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya emang gitu deh sensasi naik bis kayu hehe.
      bisa duduk kok.
      kan ada bangkunya,

      Hapus
  7. kebanyakan kendaraannya hampir sama sih kaya di jawa, angkot di sini jg full musik. Tapi yg beda itu bis kayu, di sini ga ada, tapi aku ga bisa ngebayangin gimana baunya naik kendaraan bareng hewan apalagi babi -_- tapi penasaran juga sih kayaknya seru, tp akan ku pastikan kalo naik harus bawa masker!

    BalasHapus
    Balasan
    1. di cilacap, jogja, surabaya, saya tdk menjumpai angkot yg bermusik :-D

      HAHAHA pake masker.
      ide jenius!

      Hapus
  8. waaaaw...aku pernah nonton liputan tentang oto bemo, unik banget, speakernya ga nguatin..hahahahaaa
    bis kayu??semacem truk gitu ya?

    BalasHapus
  9. kalo di sini.. oto = mobil.. bemo= becak motor.. jadi, oto bemo adalah mobil becak motor? hahahaha LOL

    hahaha seru kali yah kak naik bis kayu, nyampur sama para sapi gitu :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. angkot. hehe.

      penasaran kan pgn nyampur ma sapiii

      Hapus
  10. kak ina tau nggak, kalau aku asing sama nama-namanya xD
    jadi, oto itu sebetulnya termasuk spesies bis atau truk, sih? :D
    di sini mah nggak beragam, paling yaa, angkot, taksi (sama), bis, ojek juga, de el el lah..
    yang jelas namanya nggak unik-unik kayak di sana :D
    kurang kreatif mungkin (?) hehe :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. yach macem2, oto bemo ya angkot. oto kayu ya bis kayu alias truk yg dimodifikasi itu. hehehe

      Hapus
  11. wahaaa ternyata di Emde ada taksi juga wkwkwkwkw
    aku kira cuma Jakarta yg ada, oya Ina oto bemo sebenarnya bisa kita jumpai dimana2 kan semacam angkot kan?
    yg paling terkenal dan sering disiarkan di tv adalah bus kayu hehehee
    aku pengin naikkk ooohhh ohhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. taksinya beda sama taksi di jawa.
      disana fungsinya kayak travel.
      ada tarifnya, gak pake argo.
      mobil yg dipake juga bagus2 kayak avanza.

      Hapus
  12. gw sering denger cerita tentang oto bemo, soalnya paman gw dulu ngajar di SMA 1 mataram hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. SMA 1 Mataram kan NTB , beda sama NTT hehe.
      saya juga pernah tinggal di mataram.

      Hapus
  13. Itu transportasinya murah banget. Sekarang masih segitu enggak ya? Mau dong kalau masih sama tarifnya:D

    Kapan kau balik kesana? Ntar saya ikut ya kesana:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau ikut? ayoooo.
      eh tapi saya udah gak balik lg ksana
      hihi

      Hapus
  14. yang lain sih sama kayak di Jawa. yang bis kayu itu yg paling unik. wahahaha ada sapi ikut naik juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sapinya nongol.

      tukang ojek disana banyak yang sarjana.
      yg saya tumpangi ojeknya malah cerita, dia lulusan sarjana h*kum

      Hapus
  15. Kayak nya sih yang paling berkesan itu bis kayu yaa. Apalagi saat kita naik, ada pig, sapi, kerbau ikut menumpang.
    Trus saling bersapa "halo sapi, mau kemana?" #abaikan

    Pengen naek bis kayu itu. Lebih bersensasi sepertinya.

    Kka mengajar dalam rangka apa? Dari kampus kah? atau?

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..ada babi juga yang naik.
      ada kambing.

      saya ikut program kementrian pendidikan.
      ngajar setahun di sana.
      skrg udah balik ke jawa kok.

      Hapus

hay. feel free to say anything, except SPAM :-D . i don't want to miss any comment and i will approve your comment here.

If anyone feel that I have"something wrong" in this article, please let me know immediately and i will repair it.